Bahas Aset Kemenhub, DPR Sindir Jonan soal Gerai Modern di Stasiun

Kompas.com - 28/01/2015, 12:33 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Perhubungan Ignasius Jonan, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)-RI, Sukur Nababan mengingatkan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan untuk mengatasi masalah aset-aset milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub), baik yang berwujud maupun tidak.

Sukur bilang, masalah aset ini tidak hanya dialami oleh Kemenhub, tetapi juga Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menuturkan, urusan aset BUMN pun selalu dilematis, sebab tidak jelas kepemilikannya apakah dimiliki negara, BUMN, atau masyarakat.

"Dari internal kadang sengaja memasukkan masyarakat di sana, sehingga terjadi pendudukan. Karena aset ini menyangkut pihak ketiga, Menteri harus menemukan pola yang lebih bisa diterima masyarakat," ucap Sukur, Jakarta, Rabu (28/1/2015).

Sukur pun menegaskan, pola yang bisa diterima masyarakat itu adalah pola yang tidak seperti yang dilakukan Jonan, ketika menjadi Direktur Utama PT KAI (Persero). Sukur bilang, Jonan memang berhasil dalam membebaskan jalan-jalan kereta api.

"Tapi, jangan terjadi lagi, di stasiun, pedagang tradisional itu justru terusir, dan digantikan dengan gerai-gerai modern seperti CK," kata Sukur.

Dia pun memberikan solusi, kalaupun memang harus ada penertiban, sebaiknya digunakan sistem sewa, dengan tarif yang lebih murah dibanding gerai modern.

baca juga: Dalam Tiga Bulan, Jonan Mutasi 1.400 Pejabat Kemenhub

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X