JSS Batal, ASDP Butuh Rp 10 Triliun Bangun Konektivitas Jawa-Sumatera

Kompas.com - 31/01/2015, 15:08 WIB
Ilustrasi: Ferry menyeberangi Selat Sunda Kompas/Yulvianus Harjono Ilustrasi: Ferry menyeberangi Selat Sunda
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membutuhkan dana sebesar Rp 10 triliun untuk meningkatkan konektivitas Jawa-Sumatera. Dana itu dibutuhkan sebagai alternatif batalnya pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS).

"Enggak cukup (Penanaman Modal Negara Rp 1 triliun). Rancana kami Rp 10 triliun lebih untuk tol laut di Merak-Bakauheni," ujar Direktur Utama ASDP Danang Baskoro di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat malam (30/1/2015).

Ia menjelaskan, dana Rp 10 triliun juga dibutuhkan untuk mewujudkan cita-cita Presiden Joko Widodo membangun tol laut. Hanya saja, dana itu hanya untuk tol laut di Pelabuhan Merak-Bakauheni.

Dari rencana ASDP, dana sebesar itu bisa digunakan untuk membangun infrastruktur pelabuhan yaitu pembangunan 10 dermaga di Merak-Bakuheni. Selain untuk pembangunan dermaga, ASDP juga terus berusaha menambah berbagai kapal ferry untuk menunjang konektivitas yang lebih lacar dari Jawa ke Sumatera atau sebaliknya.

"Inilah alternatif infrastruktur (selain JSS) untuk konektivitas barang dan orang. Dari Sumatera kirim komoditas, (sementara) dari Jawa hasil industri baja, motor, mobil dan lain-lain. Semua lewat Merak-Bakauheni. Cara yang paling mudah dan paling murah ya lewat kapal Roro," kata Danang.

Menurutnya, pemerintah sangat ingin pertumbuhan ekonomi di Indonesia barat tetap tumbuh pesat karena dinilai mampu menjadi penopang ekonomi nasional. "Di Indonesia barat pertumbuhannya 7-8 persen. Kalau bangun 10 dermaga (di Merak- Bakauheni) maka itu bisa berfungsi 50 sampai 100 tahun," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X