Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saham-saham Grup Lippo Kuasai Indeks LQ45

Kompas.com - 02/02/2015, 09:52 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Penghuni indeks saham LQ45 kembali berubah. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan, pada periode Februari-Juli 2015, ada tiga saham baru yang masuk ke kelompok saham-saham blue chips ini. Indeks ini terdiri dari 45 saham paling likuid dan mempunyai kapitalisasi besar.

Ketiga emiten penghuni baru LQ45 tersebut diantaranya, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT Siloam Hospitals Tbk (SILO), dan PT Sawit Sumbermas Tbk (SSMS). Sementara tiga emitan yang keluar dari LQ45 yakni PT Bank Danamon Tbk (BDMN), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI).

Kepala Riset Woori Korindo Securities, Reza Priyambada mengatakan, tiga saham baru bisa masuk dalam daftar indeks LQ45 karena kinerja emiten yang positif. Ketiganya juga terus melakukan ekspansif. "Hal tersebut akhirnya membuat saham aktif ditransaksikan," ujar Reza.

Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia melihat saham-saham grup Lippo cukup atraktif selama sebulan terakhir, termasuk saham MPPA dan SILO. MPPA bergerak di sektor ritel yang berhubungan dengan konsumer. "Jika BBM turun, saham konsumer biasanya lebih atraktif," ujar dia.

Menurut Reza, MPPA merupakan salah satu emiten sektor ritel yang memiliki peluang besar tahun ini. Hal ini didukung oleh pertumbuhan masayarakat kalangan menengah atas. Gerai MPPA pun di lokasi strategis.

Sementara itu, SILO tengah gencar mengembangkan bisnis rumah sakit. Pertumbuhan kinerja SILO didukung oleh peningkatan kesadaran masyarakat akan kesehatan. Apalagi, SILO menyiapkan layanan kesehatan berstandar nasional. Maklum, SILO memang mengejar target masyarakat kalangan menengah ke atas. Namun, SILO tetap mengikuti program BPJS Kesehatan dari pemerintah.

Sementara SSMS tergolong perusahan perkebunan yang sudah lama berdiri. Namun, SSMS baru melantai di bursa tahun 2013. "Rencana SSMS mengakuisisi anak usahanya dilihat positif oleh pelaku pasar," imbuh Reza. Nilai akuisisi SSMS mencapai Rp 1,54 triliun.

Satrio menilai SSMS mampu membuktikan pergerakan sahamnya tidak selalu searah dengan pergerakan harga minyak  kelapa sawit (CPO) dunia. Ia pun melihat SSMS memiliki prospek menarik.

Kinerja tak bagus

Di sisi lain, para penghuni yang keluar dari LQ45 memiliki kinerja kurang cerah. HRUM misalnya tengah dilanda sentimen negatif dari turunnya harga batubara. Karena penurunan harga batubara, HRUM menghentikan produksi dua pabrik yang berada di Kalimantan Timur.

Pada saham TAXI, tidak lagi ramai diperdagangkan karena dua alasan. Pertama, ada penghapusan subsidi bahan bakar minyak. Kedua, TAXI kedatangan pesaing di bursa saham, yakni PT Blue Bird Tbk (BIRD). Menurut Reza, investor lebih tertarik saham BIRD dibanding TAXI. Terbukti, harga saham BIRD kini sudah mencapai Rp 10.900 per saham, atau naik 67,6% sejak IPO akhir tahun lalu. Menurut Satrio, investor menjauhi saham grup Rajawali, termasuk TAXI. Ini karena efek dari aksi rights issue PT BW Plantation Tbk (BWPT).

Nah pada saham BDMN tak lain karena kinerja yang tak apik. Apalagi, setelah Bank Indonesia menaikkan tingkat suku bunga. Hal ini membuat BDMN menanggung beban bunga yang besar. Sementara pertumbuhan kredit tak terlalu pesat. Per Desember 2014, BDMN hanya menyalurkan kredit Rp 139 triliun, naik 2,9 persen.

Menurut Satrio, sejatinya, saham HRUM masih berpeluang lebih atraktif, seiring dengan perbaikan harga batubara. Namun, Satrio kurang yakin dengan saham BDMN dan TAXI. (Wuwun Nafsiah)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nasabah Wanaartha Life Ajukan PKPU, Tim Likuidasi: Bukan Berarti Mereka Tak Percaya

Nasabah Wanaartha Life Ajukan PKPU, Tim Likuidasi: Bukan Berarti Mereka Tak Percaya

Whats New
Seller Shopee Jual Minyakita di Atas HET, Manajemen: Kami akan Turunkan

Seller Shopee Jual Minyakita di Atas HET, Manajemen: Kami akan Turunkan

Whats New
Dukung Ekosistem Ekonomi Digital, Bank Jago: Yang Diperlukan adalah Keberanian dan Keberpihakan

Dukung Ekosistem Ekonomi Digital, Bank Jago: Yang Diperlukan adalah Keberanian dan Keberpihakan

Whats New
DPR Singgung Kementan Klaim Beras Surplus, Bapanas: 6 Bulan Terakhir Defisit

DPR Singgung Kementan Klaim Beras Surplus, Bapanas: 6 Bulan Terakhir Defisit

Whats New
Soal 'Reshuffle' Kabinet, Mendag Zulhas: Saya Urusannya Cabai, Beras, Minyak Goreng

Soal "Reshuffle" Kabinet, Mendag Zulhas: Saya Urusannya Cabai, Beras, Minyak Goreng

Whats New
Cegah Kelangkaan Minyakita, Mendag Zulhas: Kita Tambah Stok 50 Persen, Jadi 450.000 Ton

Cegah Kelangkaan Minyakita, Mendag Zulhas: Kita Tambah Stok 50 Persen, Jadi 450.000 Ton

Whats New
IHSG Ditutup Melemah, Ini Saham yang Jadi 'Top Losers' LQ45

IHSG Ditutup Melemah, Ini Saham yang Jadi "Top Losers" LQ45

Whats New
Bahlil: Cari Investor Susah, yang Ada Harus Dikawal dengan Baik

Bahlil: Cari Investor Susah, yang Ada Harus Dikawal dengan Baik

Whats New
Cegah Kerugian Negara, BPK Mulai Audit Keuangan BUMN

Cegah Kerugian Negara, BPK Mulai Audit Keuangan BUMN

Whats New
9 Emiten Indonesia Masuk Daftar ASEAN Asset Class

9 Emiten Indonesia Masuk Daftar ASEAN Asset Class

Whats New
BRI Telah Salurkan KUR Rp 909 Triliun Selama 2015-2022

BRI Telah Salurkan KUR Rp 909 Triliun Selama 2015-2022

Whats New
PIP Catat Realisasi Pembiyaan Ultra Mikro Capai Rp 8,13 Triliun di 2022

PIP Catat Realisasi Pembiyaan Ultra Mikro Capai Rp 8,13 Triliun di 2022

Whats New
Dinas TPHP Kalteng Sebut Food Estate Bantu Tumbuhkan Indeks Pertanian dan Ekonomi Petani

Dinas TPHP Kalteng Sebut Food Estate Bantu Tumbuhkan Indeks Pertanian dan Ekonomi Petani

Rilis
Sandiaga: Presiden Minta Target Kunjungan Wisatawan di 2023 Terpenuhi dengan Penyelenggaraan Event-event Berkualitas

Sandiaga: Presiden Minta Target Kunjungan Wisatawan di 2023 Terpenuhi dengan Penyelenggaraan Event-event Berkualitas

Whats New
Update Rekrutmen CASN 2023: Instansi Diminta Mendata Kebutuhan Formasi

Update Rekrutmen CASN 2023: Instansi Diminta Mendata Kebutuhan Formasi

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+