Meski Desember Surplus, Indonesia Masih Defisit

Kompas.com - 02/02/2015, 12:17 WIB
Warga antre membeli bahan bakar minyak (BBM) di sebuah SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (18/11/2014) dini hari. Antrean panjang terjadi karena adanya pengumuman pemerintah tentang kenaikan harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar masing-masing sebesar Rp 2.000 per liter terhitung mulai 18 November pukul 00.00 WIB. TRIBUN TIMUR / MUHAMMAD ABDIWANWarga antre membeli bahan bakar minyak (BBM) di sebuah SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (18/11/2014) dini hari. Antrean panjang terjadi karena adanya pengumuman pemerintah tentang kenaikan harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar masing-masing sebesar Rp 2.000 per liter terhitung mulai 18 November pukul 00.00 WIB.
|
EditorJosephus Primus


JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi surplus neraca perdagangan pada Desember 2014, sebesar 186,8 juta dollar AS. Namun demikian, secara kumulatif Januari-Desember 2014, neraca perdagangan RI masih mencetak defisit sebesar 1,89 miliar dollar AS.

Kepala BPS Suryamin menuturkan, defisit Januari-Desember 2014 diperoleh dari defisit migas sebesar 13,128 miliar dollar AS. Sementara, perdagangan nonmigas mencetak surplus sebesar 11,241 miliar dollar AS. "Meski mengalami defisit, tapi dibanding Januari-Desember 2013 lalu jauh menurun. Defisit Januari-Desember 2013 sebesar 4,07 miliar dollar AS, mengecil menjadi 1,89 miliar dollar AS pada Januari-Desember 2014," papar Suryamin, Senin (2/2/2015).

Lebih lanjut dia mengatakan, mengecilnya defisit Januari-Desember 2014 dibanding periode sama tahun lalu disebabkan melonjaknya surplus nonmigas. Perdagangan nonmigas pada Januari-Desember 2012 tercatat surplus 3,91 miliar dollar AS, dan melonjak menjadi surplus 8,55 miliar dollar AS pada periode sama 2013.

Sementara itu, surplus neraca nonmigas pada Januari-Desember 2014 tercatat sebesar 11,241 miliar dollar AS. "Surplus nonmigas ini melonjak cukup tinggi," kata Suryamin.

Adapun neraca perdagangan bulan Desember 2014 sendiri tercatat surplus 186,8 juta dollar AS. Pada periode itu, ekspor tercatat sebesar 14,62 miliar dollar AS, sementara impor sebesar 14,43 miliar dollar AS. Surplus Desember 2014 yang sebesar 186,8 juta dollar AS diperoleh dari defisit migas sebesar 1,036 miliar dollar AS, sementara nonmigas mencatat surplus sebesar 1,223 miliar dollar AS.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X