Meraup Rezeki Jelang Perayaan Imlek

Kompas.com - 03/02/2015, 07:18 WIB
Lily Hambali sedang mengerjakan pembuatan barongsai di bengkel miliknya, di Jalan Roda, Gang Angbun, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (02/02/2015). K97-14 KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHLily Hambali sedang mengerjakan pembuatan barongsai di bengkel miliknya, di Jalan Roda, Gang Angbun, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (02/02/2015). K97-14
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

BOGOR, KOMPAS.com - Perayaan Tahun Baru Imlek 2015 masih beberapa pekan lagi. Namun bukan berarti penjualan ornamen-ornamen barbau Imlek ikut sepi. Justru datangnya Tahun Baru Imlek menjadi berkah tersendiri bagi para pengrajin Barongsai.

Salah satu sentra pengrajin Barongsai yang cukup dikenal ada di Bogor. Lily Barong namanya. Tak sulit menemukan bengkel kerjanya, tinggal sebut saja nama Lily maka orang akan menunjukkan lokasinya.

Terletak di Jalan Roda, Gang Angbun, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Lily Barong tiap harinya memproduksi barongsai dan liong (naga). Maklum, Lily Barong merupakan satu-satunya tempat pengrajin pembuatan barongsai yang ada di Kota Bogor. Bukan hanya memproduksi, tempat itu juga mampu mereparasi barongsai maupun liong yang rusak.

Saat Kompas.com berkesempatan datang ke bengkel sekaligus rumah, si pemilik langsung, Lily Hambali langsung menyambut. Lily mengisahkan, sejak tahun 2000 ia sudah mulai mencoba membuat barongsai dan liong untuk dipasarkan. Setelah 15 tahun berlalu, usahanya terus berkembang bahkan sampai ke mancanegara.

Sebelum membuka usahanya, Lily adalah pemain barongsai. Dirinya kerap pentas di sejumlah wilayah. Ia pun pernah diminta bermain barongsai di depan Jokowi, saat kampanye pencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Ibu Megawati, Pak Fauzi Bowo, juga pernah meminta saya untuk mentas barongsai saat kampanye," kenang Lily, Senin (02/02/2015).

Setiap tahunnya, kata Lily, permintaan barongsai selalu meningkat. Tidak hanya permintaan dari Bogor saja, tapi sampai ke Arab Saudi, Malaysia, Singapura, dan Jerman, yang menjadi salah satu konsumennya.

Untuk harga jual satu set barongsai, Lily mematoknya dengan harga Rp 5 juta, sedangkan untuk harga liong, dihargai sebesar Rp 7 juta. Harga dari Indonesia lebih murah jika dibandingkan dengan produksi negara lain, tapi jika dibandingkan urusan kualitas tidak ada yang berbeda.

"Kalau dalam sebulan saya mampu menyelesaikan delapan barongsai, ya sekitar Rp 40 jutaan yang saya terima," ujarnya.

Dalam proses pengerjaannya, Lily dibantu lima sampai enam orang. Butuh waktu satu minggu untuk menyelesaikan satu buah barongsai. Bahan dasar yang diperlukan adalah rotan, kawat, dan bulu-bulu domba yang di import.

"Nggak cuman saat Imlek aja, tiap hari ya kami selalu buat barongsai dan liong. Pasti ramai kalau jelang Imlek. Ada yang pesan dari Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Irian. Ada juga pesanan yang datang dari luar negeri," imbuhnya.

Kata Lily, jika ingin memesan barongsai atau liong, harus jauh-jauh hari. Sebab jika waktu pemesanannya mepet, pasti akan ditolak. Bukan tidak mau menerima pesanan, tapi karena butuh waktu dalam pengerjaan dan konsentrasi.

"Untuk pesanan barongsai dan liong Imlek tahun ini aja, sudah dipesan dari imlek tahun lalu. Ada juga yang udah pesan barongsai untuk Imlek tahun depan," tutup Lily.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X