Lakukan "Debottlenecking", BKPM Fasilitasi 95 Proyek dengan Nilai Rp 423 Triliun

Kompas.com - 03/02/2015, 18:21 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com — Deputi Perencanaan Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal, Tamba Parulian Hutapea, mengatakan, BKPM saat ini sedang dalam proses memfasilitasi 95 proyek investasi yang realisasinya masih terhambat. Menurut dia, nilai total investasi tersebut sebesar Rp 423,7 triliun.

"Saat ini dalam proses debottlenecking 95 proyek investasi yang masih terhambat. Proyek tersebut tersebar di 25 provinsi dengan nilai total sebesar Rp 423,7 triliun. Kami melihat success rate-nya masih rendah," kata Tamba dalam acara Dialog Investasi Nasional oleh Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) di Jakarta, Selasa (3/2/2015).

Dia menambahkan, dalam proses debottlenecking tersebut, BKPM memprioritaskan pada 7 kelompok bidang usaha, yaitu pembangkit listrik, industri padat karya, substitusi impor, maritim, agroindustri, orientasi ekspor, dan pariwisata.

"Debottlenecking untuk 7 bidang unggulan, yaitu pembangkit listrik, padat karya, maritim, substitusi impor, agroindustri, ekspor, dan investasi di bidang pariwisata," kata Tamba.

Selain itu, berdasarkan data yang didapat Kompas.com dari BKPM, ditemukan bahwa target total penanaman modal 2015-2019 penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 3.518,6 triliun. Selain itu, ditemukan juga bahwa pertumbuhan PMDN tumbuh lebih tinggi (19,5 persen per tahun) dibandingkan pertumbuhan PMA (13,2 persen). Sementara itu, PMA/PMDN akan didorong di luar Jawa sebesar 53,4 persen, sedangkan di Jawa 46,6 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X