Kompas.com - 05/02/2015, 11:29 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

Untuk mencapai hal tersebut telah dilakukan identifikasi permasalahan terkait produktifitas, yaitu irigasi, benih, pupuk dan alat mesin pertanian.

“Jadi dengan faktor kunci adalah perbaikan irigasi, pengadaan benih, pupuk dan alsintan menjadi fokus dari Kementan maka dalam waktu tiga tahun saya yakin produktifitas akan naik dengan biaya yang sama tapi hasilnya berbeda. Selama ini kerusakan irigasi, rendahnya penyerapan benih dan pupuk serta minimnya penggunaan alsintan menjadi kunci penghambat swasembada,”  jelas Mentan.

Mentan juga menjelaskan bahwa pihaknya lebih memperhatikan  beberapa sektor penting yang selama ini justru menjadi penghambat yakni irigasi. Saat sekarang 52 persen dari total irigasi rusak di seluruh Indonesia, dan itu akan sangat mempengaruhi tanaman pertanian seluas tiga juta hektar.  Mengenai benih, untuk serapan benih pada 2014 hanya mencapai 20 persen. Yang ke tiga adalah pupuk, ketersediaan pupuk di banyak daerah yang dikunjungi sering terlambat.

Terkait alat dan mesin pertanian, Mentan akan pergunakan untuk penanganan pasca panen yangselalu kehilangan 10,2 persen dari hasil panen.  Dalam mendukung upaya tersebut, Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan mesin pemanen padi yang dirancang khusus untuk kondisi tanah sawah Indonesia yaitu combine harvester.

Keunggulan mesin itu ialah memiliki gaya tekan yang lebih rendah, yaitu sebesar 0,13 kg/cm2 dibandingkan dengan mesin-mesin yang ada di pasaran sebesar 0,20 kg/cm2.

“Tingkat kehilangan hasil di pascapanen pertanian mencapai 10,2 persen, sehingga bisa mengakibatkan kehilangan 1,5-2 juta ton di lapangan. Kalau misalnya kita memberikan combine harvester ke petani, bisa mengurangi hal ini dan bila berhasil diantisipasi dengan memanfaatkan dengan mesin harvester, maka diperkirakan 35 juta ton kali 5 persen maka 1,5 juta ton hingga 2 juta ton produksi padi bisa diselamatkan,” ujar Mentan.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Tanaman Pangan yang baru dilantik, Hasil Sembiring menyatakan optimis target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah tersebut dapat dicapai sesuai waktunya. Upaya yang akan dilakukan pihaknya untuk mencapai target swasembada pangan tersebut, adalah melaksanakan apa yang sudah dicanangkan Mentan.

“Tidak ada program khusus yang  kami tetapkan karena apa yang sudah dicanangkan  Mentan tentang pembenahan irigasi, benih, pupuk dan alsintan merupakan modal awal swasembada beras maka tinggal melaksanakannya saja” kata Dirjen Tanaman Pangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.