Ekonom: Proton Mobil Nasional, Pemerintah Sedang "Mengigau"

Kompas.com - 09/02/2015, 11:43 WIB
Didik Rachbini DANY PERMANADidik Rachbini
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Terjalinnya nota kesepahaman (MoU) antara produsen mobil asal Malaysia Proton dengan PT Adiperkasa Citra Lestari (Adiperkasa) diyakini ekonom Didik J Rachbini sebagai langkah awal pengembangan mobil nasional. Bahkan, hal itu diperkuat karena masuk dalam agenda kenegaraan Presiden Jokowi saat berkunjung ke Malaysia.

Menurut dia, mengembangkan mobil nasional dengan menggandeng Proton merupakan langkah yang tidak tepat. Didik mengkritik kebijakan itu dengan menyebut pemerintahan Jokowi sedang "mengigau".

"Kalau bikin Mobnas (menggandeng Proton) itu seperti mengigau. Tidak bisa gitu harus di-planing dengan baik, harus ada ahlinya, gak bisa kita ngigau terus langsung dilaksanakan," ujar Didik saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Minggu malam (8/2/2015).

Ia mengatakan, tak habis pikir mengapa pilihannya jatuh ke Proton. Bahkan, kata Didik, mobil proton di Indonesia masih jarang dan kurang diminati masyarakat Indonesia. Apalagi bisnis penjualan mobil Proton di Malaysia juga terus turun.

Seharusnya kata Didik, pemerintah lebih baik membicarakan hal penting lainnya dalam hal ekonomi. Salah satu yang menurutnya wajib dibicarakan dengan Malaysia yaitu terkait industri hilir sawit.

"Kalau sama Malaysia ini ya bicarakan misalnya industri hilir sawit. Pantas itu, karena mereka lebih terdepan dalam industri sawit dari kita," kata dia.

Meski mengkritik pemerintah, Didik tetap memberikan saran apabila pemerintah memang benar-benar ingin mengembangkan mobil nasional. Caranya kata dia, Indonesia harus menguasai komponen mobil.

"Jadi saya usulkan Esemka saja jadi Mobnas. Ini kan jadinya tertawaan saja ini (masa) dari Esemka jadi Proton," ucap Didik.

Sebelumnya, Proton dan PT Adiperkasa Citra Lestari (Adiperkasa) menandatangani nota kesepahaman (MoU) Penandatanganan MoU itu disaksikan Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (6/2/2015).

baca juga: "Kalau Mau Jadi Mobnas, Mestinya Kerja Sama dengan BUMN"

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Alur Seleksi CPNS 2021 yang Akan Diumumkan Usai Lebaran

10 Alur Seleksi CPNS 2021 yang Akan Diumumkan Usai Lebaran

Work Smart
Kimia Farma Diagnostika Buka Lowongan untuk Fresh Graduate Lulusan D3

Kimia Farma Diagnostika Buka Lowongan untuk Fresh Graduate Lulusan D3

Whats New
Menhub Minta Masyarakat Tidak Pergi Bersamaan di H+2 Lebaran

Menhub Minta Masyarakat Tidak Pergi Bersamaan di H+2 Lebaran

Whats New
Harga Daging Sapi Melonjak Sampai Rp 170.000/Kg

Harga Daging Sapi Melonjak Sampai Rp 170.000/Kg

Whats New
Simak Jadwal KRL Jabodetabek dan KRL Yogya-Solo Saat Lebaran

Simak Jadwal KRL Jabodetabek dan KRL Yogya-Solo Saat Lebaran

Whats New
Seperti Apa Kehidupan Ekonomi Warga Palestina?

Seperti Apa Kehidupan Ekonomi Warga Palestina?

Whats New
KRL Yogyakarta-Solo Tetap Beroperasi saat Libur Lebaran

KRL Yogyakarta-Solo Tetap Beroperasi saat Libur Lebaran

Whats New
[TREN OLAHRAGA KOMPASIANA] Inter Milan Diambang Kebangkrutan | Perebutan Jatah Liga Champions di Liga Inggris | Child Abuse Olahraga Gymnastic

[TREN OLAHRAGA KOMPASIANA] Inter Milan Diambang Kebangkrutan | Perebutan Jatah Liga Champions di Liga Inggris | Child Abuse Olahraga Gymnastic

Rilis
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Tantangan bagi yang Punya Target Hidup | 4 Cara Efektif dalam Membuat Keputusan yang Lebih Baik | Syarat Absurd Lowongan Kerja

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Tantangan bagi yang Punya Target Hidup | 4 Cara Efektif dalam Membuat Keputusan yang Lebih Baik | Syarat Absurd Lowongan Kerja

Rilis
Ada Larangan Mudik, Pengusaha Rest Area Rugi Rp 20 Miliar

Ada Larangan Mudik, Pengusaha Rest Area Rugi Rp 20 Miliar

Whats New
Penutupan Outlet Tanpa PHK, BNI: Karyawan Bakal Dipindahkan atau Dialihfungsikan

Penutupan Outlet Tanpa PHK, BNI: Karyawan Bakal Dipindahkan atau Dialihfungsikan

Whats New
H-1 Lebaran, Posko THR Kemnaker Tampung 977 Aduan Masyarakat

H-1 Lebaran, Posko THR Kemnaker Tampung 977 Aduan Masyarakat

Rilis
Pengusaha Tak Bayar THR Pegawai, Siap-siap Kena Sanksi dan Denda

Pengusaha Tak Bayar THR Pegawai, Siap-siap Kena Sanksi dan Denda

Whats New
Larangan Mudik, Omzet Tenant di Rest Area Anjlok tetapi Tak Bisa Tutup...

Larangan Mudik, Omzet Tenant di Rest Area Anjlok tetapi Tak Bisa Tutup...

Whats New
BSI Siapkan Dana Rp 6,37 Triliun Saat Lebaran 2021

BSI Siapkan Dana Rp 6,37 Triliun Saat Lebaran 2021

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X