Hendropriyono, Mobil Nasional, dan Keluarga

Kompas.com - 09/02/2015, 18:18 WIB
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara, AM Hendropriyono, saat acara pengukuhan dirinya sebagai guru besar dalam bidang ilmu intelijen di Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2014). Acara ini dihadiri oleh Presiden ke 5 RI, Megawati Soekarnoputri, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, ketum PKB, Muhaimin Iskandar dan Ketum Hanura, Wiranto. TRIBUNNEWS/HERUDINMantan Kepala Badan Intelijen Negara, AM Hendropriyono, saat acara pengukuhan dirinya sebagai guru besar dalam bidang ilmu intelijen di Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2014). Acara ini dihadiri oleh Presiden ke 5 RI, Megawati Soekarnoputri, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, ketum PKB, Muhaimin Iskandar dan Ketum Hanura, Wiranto.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Hendropriyono membuat heboh Indonesia seiring dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) perusahaan miliknya, Adiperkasa Citra Lestari, dengan perusahaan otomotif asal Malaysia, Proton Holdings Bhd, Jumat (6/2/2015) lalu. 

Penandatanganan MoU terkait kerja sama mobil nasional itu disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak. Ada pula pemimpin Proton, Tun Dr Mahathir Mohamad, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim, serta Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Herman Prayitno.

Berikut tanggapan Hendropriyono atas "ramainya" komentar terhadap MoU tersebut. Ia juga berkomentar soal tudingan kedekatan dengan Presiden Jokowi untuk melancarkan bisnis dia dan keluarganya. Hendro mengirimkan tanggapannya kepada wartawan Tribun, Rachmat Hidayat, Minggu (8/2/2015).

"Adapun soal membangun pabrik mobil made in Indonesia sudah menjadi cita-cita saya sejak kebatalan KIA yang saya pegang karena prinsipalnya diakuisisi oleh Hyundai. Dengan bersemboyan pada 'Old Soldier Never Die', pada senja hidup saya ini, saya masih ingin berbakti kepada bangsa, yang celakanya termasuk kepada para demagog di antara masyarakat kita," sebut Hendro.

Ia bercerita soal harapannya untuk Indonesia dengan membuat pabrik mobil nasional. "Bakti yang saya inginkan tersebut karena pemikiran bahwa dulu waktu bangsa kita ada yang bikin pabrik sepeda, anak bangsa negara-negara tetangga belum bisa bikin. Sekarang mereka ada yang bikin pabrik otomobil, kita malah belum ada. Bangsa kita bisa jadi pecundang karena ada saja oknum yang tidak merasa malu menjelek-jelekkan orang lain yang dia sendiri tidak berbuat apa pun untuk bangsanya," papar dia.

Salah kaprah mobil nasional

Hendro menegaskan, pabrik mobil nasional yang ingin dia buat bukanlah mobil negara. "Kalau pabrik yang akan kami bangun dia sebut mobil nasional karena salah kaprah istilah, sebaiknya yang bersangkutan belajar dulu istilah-istilah akademik dengan benar," katanya.

Menurut dia, pabrik mobil asli buatan Indonesia memerlukan dana yang sangat besar. Dia  mengaku mendapatkan pinjaman dari sindikasi beberapa lembaga keuangan luar negeri untuk membuat pabrik tersebut.

"Proyek ini merupakan usaha padat karya, insya Allah bisa menampung sampai 6.000 tenaga kerja. Yang saya tahu jangka waktunya sangat jauh lebih lama daripada usaha properti dan lain-lain yang saya geluti, dalam mendatangkan keuntungan perusahaan," ucap Hendro.

Hendro memastikan Proton digandeng untuk kerja sama dalam bidang R&D dan teknik. "Atas dasar itu, akan lebih efisien bagi kita dalam membangun infrastruktur beserta gelar after sale dan networking-nya. Kerja sama ini sifatnya B to B. Kami swasta, Proton juga kini swasta," tandasnya.

Sementara itu, terkait kehadiran Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Malaysia Najib dan Tun Mahathir, dia menuturkan, hal itu merupakan tindakan yang wajar sebagaimana Presiden AS Barrack Obama menyaksikan penandatangan MoU Boeing dengan perusahaan Indonesia di Bali beberapa waktu lalu.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X