KKP: Boleh Tangkap Ikan Pakai Cantrang, Asal...

Kompas.com - 13/02/2015, 22:59 WIB
Nelayan di Kendal. KOMPAS.com/Slamet PriyatinNelayan di Kendal.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengaku tetap akan melarang kapal-kapal ikan besar berkapasitas di atas 30 gros ton menangkap ikan menggunakan cantrang sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015.

Meski begitu, KKP juga mengatakan bahwa penggunaan alat tangkap cantrang masih bisa digunakan asal sesuai dengan Permen KP No 2 Tahun 2011. Sebab, aturan itu dianggap masih berlaku.

"Boleh memakai cantrang kalau kapalnya di bawah 30 gros ton dan operasional kapal hanya ada di bawah 12 mil laut wilayah teritorial daerah," ujar Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Gellwynn Jusuf saat konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta, Jumat (13/2/2015).

Lebih lanjut, kata dia, pengunaan cantrang itu diperbolehkan dengan berbagai syarat sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 2/2011 tentang Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan.

Realitas di lapangan, kata Gellwynn, banyak kapal-kapal ikan yang menggunakan cantrang justru kapal yang berkapasitas di atas 30 gros ton. Menurutnya, itu menandakan telah terjadi mark down kapasitas kapal sehingga melanggar peraturan yang ada. Setelah ditelusuri lebih lanjut, pemberian izin kapal itu merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Oleh karena itu, untuk menyelesaikan masalah manipulasi kapasitas kapal ikan itu, Menteri Susi Pudjiastuti sudah berbicara langsung dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan terkait hal itu.

"Desember lalu sudah membicarakan itu dengan Menteri Perhubungan, Pak Jonan bilang akan melakukan pengecekan ulang kapal-kapal itu," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Spend Smart
Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Whats New
Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Whats New
Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Whats New
Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Whats New
Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Whats New
UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

Smartpreneur
KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

Rilis
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

Whats New
Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Whats New
Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Whats New
Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Rilis
Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Whats New
Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Whats New
Tren Harga Emas Turun Terus, Kenapa?

Tren Harga Emas Turun Terus, Kenapa?

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.