Pramugari Qatar Airways Dikabarkan Dilarang Menikah, CEO Marah Besar

Kompas.com - 18/02/2015, 15:34 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

DOHA, KOMPAS.com
- Beredar kabar bahwa para pramugari Qatar Airways dilarang menikah. Manajemen juga dikabarkan bakal memecat pramugari yang menikah.

Mendengar kabar itu, CEO Qatar Airways, Akbar al-Baker marah bukan kepalang. Kepada CNN dan dikutip AFP, Rabu (18/2/2015) menuturkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya itu tidak menerapkan kebijakan tersebut. "Itu tidak benar, itu semua bullsh*t," tutur al Baker.

Sebelumnya, kabar tersebut dirilis oleh International Transport Workers' Federation (ITF) pada 2013. Namun informasi itu kembali mengemuka ketika Washington Post edisi cetak kembali menayangkan kabar larangan menikah bagi pramugari Qatar Airways.

Dalam informasinya, ITF mengklaim bahwa maskapai yang berbasis di Doha itu mensyaratkan seluruh staf perempuannya "mengajukan izin kepada perusahaan saat akan menikah". Laporan ITF juga menyebutkan bahwa Qatar Airways mengesampingkan hak karyawan untuk hamil, karena hal itu dinilai melanggar kontrak.

Selain Qatar, ITF menyebut maskapai lain dari negara kawasan Teluk Persia, yaitu Etihad dan Emirates yang memberlakukan kebijakan yang sama. Akan tetapi, kebijakan Qatar Airways tercatat yang paling buruk. "Rumor yang digulirkan itu tidak benar," lanjut al-Baker. Hingga saat ini, Qatar tercatat mempekerjakan lebih dari 19.000 karyawan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.