MK Batalkan UU SDA, Aqua Danone Tetap Optimistis Bisnis Berkembang

Kompas.com - 19/02/2015, 14:52 WIB
Proses pengangkutan Aqua dari Stasiun Cicurug Sukabumi Jawa Barat KOMPAS.com/ Akhmad DaniProses pengangkutan Aqua dari Stasiun Cicurug Sukabumi Jawa Barat
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Tirta Investama selaku pemilik merek Aqua Danone tetap optimistis dengan rencana bisnis yang telah disusun, meskipun Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan UU Sumber Daya Air (SDA).

Direktur Tirta Investama Troy Pantow menuturkan sejauh ini belum ada rencana perubahan target perusahaan, termasuk rencana pengembangan bisnis. "Justru, kami bersemangat untuk mendorong investasi baru. Kami tetap optimistis," ujarnya kepada Kompas.com, kamis (19/2/2015).

Menurut Troy, bisnis air dalam kemasan cukup potensial berkembang di Indonesia. Pangsa pasar saat ini tak hanya terbatas bagi kalangan perkotaan, namun juga telah merambah ke perdesaan. Namun demikian, dia tak mau memberikan lebih detail mengenai rencana investasi dan target perusahaan.

"Yang pasti, kami masih mempelajari keputusan MK dan bagaimana implikasi ke depannya. Kami juga akan melakukan konsolidasi dengan ASPADIN ( Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia)," jelasnya.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi membatalkan seluruh isi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (SDA). Salah satu implikasinya adalah tidak jelasnya payung hukum bagi industri air minum dalam kemasan.

Mahkamah berpendapat bahwa sumber daya air merupakan bagian dari hak asasi manusia yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X