Penuhi Permintaan, Bali Siapkan 60.000 Sperma Sapi

Kompas.com - 22/02/2015, 20:29 WIB
Jenis Sapi Bali yang dipelihara warga KOMPAS.com/SRI LESTARIJenis Sapi Bali yang dipelihara warga
|
EditorErlangga Djumena

DENPASAR,KOMPAS.com -
Pemerintah daerah Bali mempunyai stok sekitar 60.000 semen beku (sperma) sapi Bali yang siap memenuhi kebutuhan masyarakat Bali dan daerah lainnya yang membutuhkan.

“Saat ini unit kerja memiliki sekitar 60.000 semen beku yang siap dibutuhkan masyarakatt dan daerah lain. Dan kami terus memproduksi, kami yakin tidak akan kekuarangan bibit, berapa ribu yang akan dibutuhkan, kami siap,” kata Kepala Dinas Peternakan dan kesehatan Hewan Provinsi Bali, Putu Sumantra, Denpasar, Bali, Minggu(22/2/2015).

Unit kerja pembibitan sapi di Bali berada di Baturiti Kabupaten Tabanan saat ini jadi unggulan. Unit kerja terus memproduksi semen beku seminggu dua kali. Putu mengatakan, Mentri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke Bali menyatakan ketertarikannya dengan produksi sapi Bali yang tergolong unggul.

“Semen beku itu diproduksi seminggu dua kali. Saat ini kita memiliki 12 pejantan yang kita ambil. Jika stok diambil 50.000 ke luar Bali, kita masih punya 10.000, di Bali membutuhkan sekitar 20.000-an, bisa itu, kalau kurang ya kita tambah pejantannya,” ujarnya.

Selama ini bibit sapi Bali sudah dikirim ke beberapa daerah salah satunya yang tertarik di wilayah Aceh, Kalimantan Selatan, bahkan Australia juga pernah mengembangkan jenis sapi Bali.”Di Australia juga banyak sapi dari Bali. Mungkin sudah puluhan ribu jenis sapi Bali di sana,” katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X