Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Didorong Beri Dukungan UMKM Industri ketimbang Perdagangan

Kompas.com - 24/02/2015, 12:01 WIB
Estu Suryowati

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom senior INDEF Aviliani mengatakan, pelaku UMKM yang bergerak di sektor perdagangan memiliki masalah paling minim ketimbang pelaku UMKM yang memproduksi barang dan memberikan nilai tambah, atau yang ada di sektor industri.

"Di Indonesia itu, 80 persen UMKM perdagangan dan tidak menghasilkan nilai tambah. Kebanyakan barang impor. Tidak punya problem dia," kata Avi dalam diskusi bertajuk 'Mengawal Nawacita: Analisis Kritis terhadap APBNP 2015', di Jakarta, Selasa (24/2/2015).

Untuk itu, pemerintah ke depan perlu untuk memberikan dukungan bagi UMKM yang memberi nilai tambah atas barang yang diproduksinya. Mudahnya, UMKM jenis ini dikaitkan dengan ekonomi kreatif.

Saat ini, kata Avi, sudah ada skema pendanaan yang cukup baik seperti melalui Kredit Usaha Rakyat. Sayangnya 70 persen KUR masih tersalurkan ke sektor perdagangan, dan bukannya industri. Menurut Avi, hal itu disebabkan lantaran resiko kredit untuk industri lebih besar ketimbang kredit ke perdagangan.

Perbankan pun enggan memberikan kredit ke industri yang tidak masuk dalam pembinaan korporasi besar atau institusi pemerintah. "Makanya pemerintah bisa memberikan insentif ke Astra misalnya, karena dia sudah membina UMKM puluhan tahun. Karena tanpa ada pembinaan, bank pasti enggan," kata Avi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com