"Nyeker" Saat Panen, Mentan Bilang Dirinya juga Harus seperti Petani

Kompas.com - 26/02/2015, 13:03 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam panen raya dan tanam serentak di Desa Ngebruk, Kec.Sumber Pucung, Malang, Jawa Timur, Kamis (26/2/2015)11:26
KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam panen raya dan tanam serentak di Desa Ngebruk, Kec.Sumber Pucung, Malang, Jawa Timur, Kamis (26/2/2015)11:26
|
EditorErlangga Djumena

MALANG, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman, di hadapan ratusan petani, dan para pejabat tinggi di Kabupaten Malang menyatakan, sebagai menteri ia tak suka berpura-pura. Ia menegaskan dirinya siap melayani sepenuh hati.

"Jiwa dan raga saya untuk Indonesia. Saya tak suka hanya bicara di dalam studio televisi. Tapi langsung ketemu dengan rakyat di lapangan. Tidak usah pakai sepatu, petani menananam benih tak pakai sepatu, tapi nyeker (melepas alas kaki). Saya juga harus seperti petani," katanya saat ditawari sepatu bot yang disediakan panitia saat acara seremoni panen raya dan juga tanam serentak, yang dilakukan di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (26/2/2015).

Hadir mendampingi Menteri Pertanian, Bupati Malang Rendra Kresna, dan beberapa Kepala Dinas di Kabupaten Malang. Selain itu, juga hadir Danrem 083 Baladhika Jaya Malang, Kolonel Arm Totok Imam Santoso dan Komandan Kodim (Dandim) 0818 wilayah Kabupaten Malang-Batu Letkol Inf Ahmad Riksani Gumayserta.

Dalam acara tersebut, sikap Amran, banyak menyita perhatian para pejabat dan petani yang hadir. Mulai dari sikapnya yang nyeker tak mau menggunakan sepatu saat akan melakukan seremoni panen hingga tanam benih. Bahkan dalam dialognya dengan petani, Amran tak banyak berbasa-basi.

"Indonesia sudah menuju swasembada. Hal itu adalah salah satu langkah yang telah dilakukan pemerintah selama tiga bulan terakhir ini. sudah ada revolusi pertanian dengan banyak memberikan bantuan traktor pada petani," katanya.

Saat ini jelasnya, anggaran untuk biaya perjalanan dinas, senilai Rp 4,1 triliun, sudah dianggarkan untuk meningkatkan sektor pertanian. Yakni untuk membantu petani dengan membeli traktor. "Kita juga sudah menganggarkan di APBNP. Tahun lalu nol, sekarang sudah ada Rp 16 triliun. Di DAK senilai Rp 4 triliun," katanya disambut aplaus para petani.

"Sekali lagi, jiwa raga saya untuk Indonesia. Jika ada pejabat lainnya yang main-main, tidak serius melayani rakyat, silahkan laporkan ke saya. Saya aakan pecat pejabat yang demikian. JIka ada bantuan harus dijalankan sesuai dengan anggaran yang ada. Kita sudah serius dalam swasembada pangan," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X