Sediakan Air Minum Layak, Pemerintah Cari Utangan Rp 10 Triliun

Kompas.com - 27/02/2015, 17:45 WIB
Ilustrasi dollar AS SHUTTERSTOCKIlustrasi dollar AS
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono mengatakan, kementeriannya berencana mencari pembiayaan dari luar negeri sekitar Rp 10 triliun, atau 8-10 persen dari anggaran infrastruktur KemenPU-Pera dalam APBNP 2015 yang hampir mencapai Rp 120 triliun.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek yang dinilai tidak menarik bagi investor, seperti bendungan, rumah, irigasi, serta penyediaan air minum. "Mayoritas (anggaran) larinya ke air minum, karena untuk memenuhi target MDGs," kata Basuki sebelum rapat soal Utang Luar Negeri (ULN), di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/2/2015).

Basuki menerangkan, alternatif sumber ULN diantaranya yakni World Bank, Asia Development Bank, China, serta Jepang.

Sebagai informasi, air minum dan sanitasi menjadi salah satu program rencana pembangunan jangka menengah 2015-2019 infrastruktur pelayanan dasar yang harus direalisasikan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla bersama Kabinet Kerja.

"Akses terhadap air minum dan sanitasi di 2019 itu harus 100 persen. Kenapa? Kita malu dong, sudah main broadband Internet tapi sementara sekarang masih ada yang buang air besar sembarangan," ujar Deputi Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Dedy S Priatna, beberapa waktu lalu.

Dia menerangkan, kondisi akses air minum layak saat ini baru 68,5 persen. Malah, akses sanitasi layak kondisinya lebih rendah lagi, yakni 60,5 persen. "Masih ada 40 persen yang tidak punya akses air minum dan beberapa minumnya masih dari air sungai. 2019 kita ingin hilangkan itu semua," kata Dedy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X