Kompas.com - 03/03/2015, 18:33 WIB
Petani menyebar bibit padi untuk ditanam di sawah di Desa Karangsari, Tangerang, Banten, Jumat (13/5/2011). Pemerintah kini sedang menyiapkan program menyewa sawah petani untuk meningkatkan produksi padi. KOMPAS/PRIYOMBODOPetani menyebar bibit padi untuk ditanam di sawah di Desa Karangsari, Tangerang, Banten, Jumat (13/5/2011). Pemerintah kini sedang menyiapkan program menyewa sawah petani untuk meningkatkan produksi padi.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorJosephus Primus


JAKARTA, KOMPAS.com — Sektor pertanian nasional kerap diterpa masalah yang kompleks, mulai dari masalah kesejahteraan petani sampai semakin menyusutnya lahan pertanian. Namun, menurut Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria, masalah besar sektor pertanian saat ini adalah masalah regenerasi. "Ini masalah regenerasi di sektor pertanian," ujar Satria dalam acara diskusi di Jakarta, Selasa (3/3/2015).

Berdasarkan data Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (Pispi) tahun 2011, persentase petani berusia di atas 44 tahun masih sangat dominan daripada petani yang berusia di bawah 44 tahun.

Misalnya di Jawa Barat, petani yang berusia 30-44 tahun hanya sekitar 18,33 persen. Sementara petani usia 44-60 mendominasi, yaitu sebesar 53,33 persen, dan 21,67 persen petani di Jawa Barat berusia di atas 60 tahun.

Sementara itu, di daerah sentra pertanian misalnya Cianjur, petani berusia 30-44 tahun hanya sekitar 7,8 persen. Sedangkan sisanya 48 persen adalah petani berusia 44-60 tahun, dan 42,2 persen petani di Cianjur berusia di atas 60 tahun. "Data itu membuat Indonesia hampir mirip dengan Jepang. Petani Jepang juga rata-rata orang yang sudah tua," kata Satria.

Peningkatan lapangan kerja di sektor pertanian, kata dia, memang masih sangat diperlukan, terutama regenerasi petani. Namun, hal itu dinilai tak mudah. Pasalnya, penambahan tenaga kerja di sektor pertanian harus berhadapan dengan realitas penyusutan lahan pertanian yang terjadi. "Kita harapkan pemerintah segera menepati janjinya membuka lahan untuk pertanian. Tapi jangan asal, harus lahan yang cocok untuk pertanian," ucap dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.