Petambak Dipasena Minta Menteri Susi Ambil Alih Aset PT CPP

Kompas.com - 04/03/2015, 10:34 WIB
Ini adalah salah satu aset di areal Petambakan Bumi Dipasena berupa pabrik pakan.Pabrik ini dahulu mampu memproduksi 60 ton per jam untuk memenuhi kebutuhan tiga anak perusahaan PT CPP. Ini adalah salah satu aset di areal Petambakan Bumi Dipasena berupa pabrik pakan.Pabrik ini dahulu mampu memproduksi 60 ton per jam untuk memenuhi kebutuhan tiga anak perusahaan PT CPP.
|
EditorErlangga Djumena

TULANGBAWANG, KOMPAS.com
- Para petambak di Bumi Dipasena Kabupaten Tulangbawang Provinsi Lampung minta Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti membebaskan hak guna usaha (HGU) PT Centra Protaina Prima (CPP) atau Aroem Wijaya Sakti (AWS) yang sudah lama hengkang dari kawasan tambak tersebut.

Humas Humas Perhimpunan Pengusaha Petambak Udang Wilayah (P3UW) Bumi Dipasena, Arie Suharso mengatakan, total HGU perusahaan tersebut mencapai 10.000 hektare.

"HGU itu tidak bisa kami manfaatkan. Bukankah perusahaan sudah tidak beroperasi lagi? Sedangkan aset yang dikelola oleh perusahaan adalah milik negara," kata Arie pada Rabu (5/3/2015).

Aset yang tidak dapat digunakan tersebut berupa gudang, pabrik pakan makanan, tambak-tambak, perumahan, dermaga, dan lainnya. "Kami sangat mengharapkan bu Susi dapat membebaskan HGU perusahan dan kembalikan pada negara agar kami juga tidak terlarang mengelola aset yang ada," katanya lagi.

baca juga: Menteri Susi: Nelayan di Thailand Kenal Saya, Mereka Bilang "Bad, Bad, Bad!"

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X