Kompas.com - 06/03/2015, 09:00 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

Jawabannya, benar. Bila Anda tidak memiliki pengetahuan apa pun dalam pasar modal, maka produk turunan sebenarnya dibuat untuk memudahkan investor (Anda) dalam melakukan investasi. Contoh sederhananya yaitu indeks, yang fungsi awalnya adalah untuk mengetahui kesimpulan akhir pergerakan saham dalam sebuah periode.

Bila indeksnya turun, besar kemungkinan banyak saham-saham di dalam indeks tersebut yang juga turun.

Sedangkan dewasa ini, reksa dana dikatakan sebagai pilihan investasi yang risikonya terukur. Bahkan semua, atau hampir semua perencana keuangan di Indonesia menggunakan reksa dana sebagai senjata untuk mengatur perencanaan keuangan kliennya.

Namun sebenarnya, produk turunan memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan produk utama atau primernya, mengapa? Karena ada unsur kebergantungan antara harga reksa dana serta indeks, terhadap pergerakan saham.

Artinya, risiko investasi di kedua hal ini berbeda. Bila memutuskan untuk berinvestasi pada saham, Anda perlu memahami bahwa bila Anda seorang awam, besar kemungkinan Anda akan mengalami kerugian bila memilih saham yang salah. 

Namun bila Anda memilih untuk berinvestasi pada reksa dana, risiko terletak pada baik tidaknya pengelolaan reksa dana oleh manajer investasi. Sehingga jelas, Anda perlu memilih manajer investasi yang baik agar nilai investasi menjadi lebih optimal. Apa lagi Anda berada dalam posisi berserah diri pada semua pengaturan manajer investasi reksa dana.

Nah, bila Anda sudah mengetahui bahwa baik investasi primer dan sekunder keduanya sama-sama memiliki risiko, tentu akhirnya saya perlu menjabarkan keuntungan masing-masing.

Untuk produk utama seperti saham, jelas Anda bisa mendapat untung dengan memilih saham yang tepat. Salah satu bukti menarik datang dari industri consumer goods. Bila Anda membeli 1 lot saham salah satu perusahaan consumer goods besar di Indonesia yang bernilai Rp1,5 juta pada tahun 1982, pada tahun 2013 Anda akan menerima pembagian dividen sebesar Rp40 juta rupiah tanpa perlu menjual sahamnya!

Kebebasan Anda dalam membeli dan menjual saham sebagai produk utama juga merupakan sebuah keunggulan sekaligus potensi kerugian bila Anda salah memilih saham. Sedangkan pada investasi derivatif, katakanlah reksa dana, Anda sudah membayar orang untuk mengatur saham dan obligasi terbaik yang harus Anda beli.

Karena itulah, Anda wajib memilih pengatur aset kertas yang terbaik di kelasnya! Bila salah memilih, maka risiko Anda menjadi dobel: risiko kerugian saham dan risiko harus membayar manajer investasi, meskipun investasi Anda merugi.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Dinilai Perlu Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur

Pemerintah Dinilai Perlu Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur

Whats New
Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

Whats New
Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

Whats New
Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Whats New
Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

Whats New
Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Whats New
INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

Whats New
Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Work Smart
Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan 'Hijau', Ini Alasannya

Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan "Hijau", Ini Alasannya

Whats New
Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Whats New
BERITA FOTO: Pandemi Mereda, 'Angin Segar' Bisnis Kuliner

BERITA FOTO: Pandemi Mereda, "Angin Segar" Bisnis Kuliner

Whats New
Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

Whats New
Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

Whats New
Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

BrandzView
MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.