Tak Jadi Kena PPnBM, Batu Akik Prospektif Diekspor

Kompas.com - 07/03/2015, 15:09 WIB
Sejumlah batu akik berbagai variasi dipamerkan dalam festival batu akik di Kota Semarang, Rabu (25/2/2015). Ada 72 stand dari berbagai wilayah di Indonesia memamerkan produk batu akik beragam koleksi. Kompas.com/Nazar NurdinSejumlah batu akik berbagai variasi dipamerkan dalam festival batu akik di Kota Semarang, Rabu (25/2/2015). Ada 72 stand dari berbagai wilayah di Indonesia memamerkan produk batu akik beragam koleksi.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pecinta batu akik bisa berlega hati. Sebab, pemerintah batal mengenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) terhadap batu akik.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menegaskan, tahun ini tidak akan ada perluasan objek maupun kenaikan besaran PPnBM. "Pokoknya tidak ada perluasan objek pajak, mau itu terhadap batu akik ataupun batu kali," ujar dia, Jumat (6/3/2015).

Harus diakui, batu akik yang kini sedang ngetren di masyarakat memang sulit untuk dijadikan objek pajak. Salah satu alasan utamanya adalah kendala pendataan dan standar harga batu akik. Sulit menentukan harga asli batu akik karena harga jualnya fluktuatif dan dipengaruhi faktor lain.

Sampai saat ini belum ada standar penetapan harga batu akik. "Selain itu, jual beli batu akik dilakukan oleh pedagang kecil hingga perorangan, sehingga akan menyulitkan Ditjen Pajak memungut pajak hingga pengawasan," tutur Irawan, Direktur Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak Kementerian Keuangan.

Chris Ari Adiyanto, pengusaha dan pedagang batu akik asal Bogor, Jawa Barat, berpendapat, daripada mengenakan pajak, seharusnya pemerintah mendukung pengembangan sentra-sentra penjualan batu akik di berbagai daerah di Indonesia. Sentra batu akik ini bisa menjadi tujuan utama wisata.

Suryo Wiro, pengusaha batu akik Martapura, Kalimantan Selatan mengamini. Semestinya pemerintah bisa mendukung akik lokal agar dikenal sampai ke luar negeri. Maklum, potensi ekspor batu akik cukup prospektif. Apalagi, Indonesia memiliki potensi bebatuan yang luar biasa dan beraneka ragam.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak, menyatakan, tidak menutup peluang ekspor batu akik. Indikasinya terlihat dari nilai ekspor perhiasan Indonesia yang terus meningkat.

Kondisi ini juga memungkinkan untuk mengekspor batu akik lokal. "Namun, kita perlu meningkatkan kualitas akik dengan menerapkan dan meningkatkan teknologi pengolahannya," ujar Nus.

Sepanjang tahun 2014, total ekspor perhiasan tercatat sebesar 4,65 miliar dollar AS. Angka ini naik 69 persen ketimbang 2013. Singapura menjadi importir terbesar dengan nilai transaksi sebesar 1,01 miliar dollar AS.(Adinda Ade Mustami, Rani Nossar, Rizki Caturini, Yuthi Fatimah)

Baca juga: Batu Akik di Atas Harga Rp 100 Juta Akan Dikenai Pajak

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X