Citilink Sayangkan Rusaknya "Runway" Bandara Djuanda

Kompas.com - 07/03/2015, 19:15 WIB
Pesawat Citylink melakukan penerbangan perdana dari Bandara Halim Perdanakusuma. Jumat (10/1/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusPesawat Citylink melakukan penerbangan perdana dari Bandara Halim Perdanakusuma. Jumat (10/1/2014).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com -- Maskapai penerbangan Citilink menyayangkan insiden terkelupasnya aspal di runway  atau landasan pacu Bandara Djuanda Surabaya pada Jumat, (6/5/2015). Pasalnya, karena insiden tersebut, 30 penerbangan Citilink dari dan ke Surabaya menjadi terganggu. "Kita itu menyayangkan karena harusnya belajar dari kasus di Halim itu yang lampu runway mati, kita sampai kena delay 4 jam," ujar VP Corporate Communication Citilink Benny S. Butarbutar saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Sabtu (7/3/2015).

Dia mengatakan, setidaknya ada dua dampak besar yang dirasakan oleh maskapai akibat insiden terkelupasnya aspal runway itu. Pertama, penerbangan di Djuanda maupun yang menuju Djuanda delay atau tertunda 1 sampai 2 jam. Kedua, beberapa pesawat Citilink harus dialihkan ke Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Benny, terdapat lubang sekitar 2 sentimeter dengan lebar mencapai 1 meter. Meski relatif kecil, mengingat kecepatan pesawat yang tinggi, lubang tersebut sangat berbahaya. "Kita minta kepastian agar kasus ini jangan sampai terulang lagi. Karena kerugiannya jelas kepada maskapai dan penumpang," kata dia.

Meski begitu, dia mengapresiasi kerja Angkasa Pura 1 (AP 1) yang bekerja cepat memperbaiki runway tersebut. "Beruntung di Surabaya bisa cepat diatasi. Tapi kalau ditanya soal kerugian ya pasti kita airline rugi karena delay 1 sampai 2 jam, pesawat kita di- divert ke Denpasar," ucap dia.

Sebelumnya, sejak siang kemarin, penerbangan di Bandara Djuanda Surabaya dikabarkan mengalami delay. Seorang penumpang Rofikoh Rohim memberikan informasi kepada Kompas.com bahwa sejak pukul 17.00 WIB tak ada satu pun pesawat yang mengudara maupun mendarat di landasan pacu Bandara Djuanda. Gangguan penerbangan itu terjadi karena aspal runway terkelupas. Akibatnya, Bandara Djuanda sempat ditutup sejak pukul 11.35 WIB sampai sekitar pukul 14.00 WIB.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X