Wapres Minta Bank Syariah Tak Gunakan Istilah Arab

Kompas.com - 11/03/2015, 09:57 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla KOMPAS.com/ICHA RASTIKAWakil Presiden Jusuf Kalla
Penulis Icha Rastika
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar bank syariah tidak lagi menggunakan istilah dalam bahasa Arab. Kalla berharap nama instrumen bank syariah bisa diubah ke bahasa Indonesia.

"Pak Wapres juga arahannya supaya istilah instrumen yang sekarang pakai bahasa Arab semua, mudarabah wakallah itu bisa di-Indonesiakan," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (10/3/2015).

Bambang selesai menemui Kalla dalam kapasitasnya sebagai Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Syariah (IAES) Indonesia. Menurut dia, Wapres menginginkan agar ekonomi syariah bisa berkembang sesuai dengan budaya Indonesia, bukan ala timur tengah.

Potensi bank syariah di Indonesia dikatakannya sangat besar mengingat jumlah penduduk Indonesia yang besar. "Tapi mungkin kekuatan ekonomi orang Islam di Indonesia masih perlu diperbaiki supaya volume perbankan juga bisa meningkat," kata dia.

Selanjutnya mengenai arahan Wapres untuk mengubah istilah terkait bank syariah tersebut, Bambang mengatakan bahwa pihaknya akan membicarakan lebih lanjut dengan asosiasi.

Bambang juga mengatakan bahwa bank syariah yang ada saat ini perlu melakukan efisiensi sehingga cost of fund-nya bisa turun. Sekarang, kata dia, cost of fund bank syariah masih lebih tinggi dari bank konvensional.

"Karena masalah efisiensi, masalah aturan, jadi istilahnya harus simplifikasi dan efisiensi," ujar dia.

Ke depannya, menurut dia, bank syariah harus fokus untuk menembus rasio aset hingga lima persen dari total perbankan. Saat ini rasio aset bank syariah masih di bawah 5 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.