"Sayang ya, Paul Walker Sudah Meninggal..."

Kompas.com - 16/03/2015, 17:27 WIB
Kepala Kantor Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Padang Budi Gunawan.  Josephus PrimusKepala Kantor Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Padang Budi Gunawan.
EditorJosephus Primus


KOMPAS.com - "Sayang ya, Paul Walker sudah meninggal. Kalau belum, aku bakal pajakin (menarik pajak dari) dia," kelakar Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Padang, Sumatra Barat, Budi Gunawan, pada Selasa (10/3/2015), dalam perjalanan dari Bandar Udara Minangkabau Internasional menuju pusat kota Padang.

Budi Gunawan, saat itu, memang tengah punya gawe besar. Pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat, pada 31 Oktober 1970, menjadi salah satu pembicara pada Seminar Nasional Perpajakan di Padang. Seminar itu merupakan hasil kerja sama pihaknya dengan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Pengurus Padang. "Seminar ini bagian sosialisasi pajak bagi masyarakat melalui komunitas atau organisasi," katanya.

Nah, soal Paul Walker yang tewas lantaran kecelakaan mobil sekitar dua tahun silam, Budi mengatakan bahwa dirinya mendengar kabar bahwa mendiang aktor asal Negeri Uwak Sam (US) itu, semasa hidupnya, acap berselancar di perairan Kepulauan Mentawai. "Dengar-dengar dia juga punya rumah di sini," kata Budi lagi.

Budi menengarai, andai kabar itu bukan kabar angin, bisa dipastikan, bintang film Fast & Furious 6 itu pasti punya uang cukup banyak. Lantaran itu, imbuh Budi sambil bercanda, Paul Walker sudah pas untuk menjadi wajib pajak (WP). "Ha..ha..ha.., ini bercanda lho," tutur pria murah senyum itu.

Seluk-beluk pajak, boleh jadi bukan hal asing bagi Budi Gunawan. Pasalnya, peraih gelar sarjana Strata 1 Universitas Padjadjaran pada 1993 itu terbilang sudah banyak makan asam garam. Catatan menunjukkan, Budi Gunawan sejak 2000 sudah masuk dalam jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Kantor Wilayah DJP Kalimantan Timur dan Selatan. Waktu itu, ia mengawali karier sebagai Kepala Seksi Keberatan dan Banding.

Sejak menjabat sebagai Kepala KPP Pratama Padang pada 2013 silam, hingga kini, Budi menemukan pemahaman bahwa perkembangan ekonomi mestinya meningkatkan jumlah WP. "Soalnya, ada pertumbuhan toko-toko baru, perumahan baru yang dibeli masyarakat, ada mobil-mobil mewah yang berlalu-lalang. Berarti ada peningkatan kemampuan ekonomi untuk membeli," kata sosok penyuka olahraga bulutangkis dan renang itu.

Tantangan

Namun demikian, tantangan yang acap mengemuka, tak hanya di Padang, menurut Budi adalah pemahaman warga masyarakat tentang pentingnya pajak. "Pembangunan kita kan 70 persen dari pajak," katanya menekankan.

Demi meningkatkan pemahaman itulah, Budi mengaku membuat terobosan-terobosan. Menariknya, pemilik gelar Magister Akuntansi dari almamaternya, Universitas Padjadjaran pada 2006 itu selalu mendasari terobosan-terobosan tersebut dari pemahaman antropologi sosial setempat. Menurutnya, pemahaman itu penting untuk makin menyadarkan masyarakat sekaligus memperluas jumlah WP sebagaimana target pemerintah pusat.

Dalam kacamata Budi, warga Sumatera Barat punya kemampuan menghitung uang. Pasalnya, kebanyakan dari  mereka berkecimpung di bidang perdagangan. "Kami mesti meyakinkan bahwa pajak bukanlah bagian dari biaya dalam perdagangan," katanya sembari menerangkan bahwa pihaknya sudah menerapkan penyisiran untuk menjangkau WP baru di kawasan-kawasan bisnis di wilayah pelayanan KPP Pratama Padang.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X