Jonan: Saya Jadi Menteri Cuma Modal Rokok Setengah Bungkus...

Kompas.com - 18/03/2015, 22:46 WIB
Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan berbincang dengan GM Angkasa Pura 1, Trikora Harjo tentang pesawat Air Asia QZ 8501 yang hilang kontak di kawasan Tanjung Pandan, Kalimantan, Minggu (28/12/2014). SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQMenteri Perhubungan, Ignatius Jonan berbincang dengan GM Angkasa Pura 1, Trikora Harjo tentang pesawat Air Asia QZ 8501 yang hilang kontak di kawasan Tanjung Pandan, Kalimantan, Minggu (28/12/2014).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Saat menjadi pembicara dalam acara launching buku di Universitas Indonesia (UI) Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan berkelakar bahwa dirinya hanya modal rokok setengah bungkus saat ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menteri Perhubungan.

"Saya ditugaskan jadi menteri enggak modal apa-apa. Modalnya cuma rokok setengah bungkus nunggu Pak Jokowi," ujar Jonan sembari tertawa di depan rektor dan jajaran petinggi UI, di Jakarta, Selasa (17/3/2015).

Dia pun menceritakan pengalaman saat-saat Presiden memanggilnya ke Istana pasca pelantikan Jokowi-Jusuf Kalla tanggal 20 Oktober 2015. Saat itu kata Jonan, Presiden Jokowi meneleponnya dan memintanya untuk ke Istana negara.

"Saya lalu ke Istana, ditanya sama Paspampres, "Mau ketemu siapa pak?" Saya bilang dipanggil Presiden. Lalu saya diminta menunggu, ya sudah saya cari parkiran, merokok. Jadi gak modal apa-apa," kata dia disambut gelak tawa orang-orang yang ada di auditorium UI.

Dari ceritanya itu, Jonan menekankan satu hal, yang dia nilai sangat mengkhawatirkan di negeri ini. Berdasarkan pengalamannya, masih banyak yang mengira bahwa kenaikan pangkat bukan karena kompetensinya.  Kata Jonan, hal tersebut sudah menjadi persepsi dibenak orang Indonesia.

Dia mencontohkan, saat melantik salah satu direksi yang hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di KAI dulu, ada seseorang yang mengatakan bahwa Jonan sangat berperan dalam pelantikannya. Jonan pun langsung menilai persepsi itu salah.

"Pak, ini kalau bukan karena bapak enggak mungkin saya seperti ini," kata Jonan sembari menirukan kata-kata direksi KAI tersebut.

"Saya langsung bilang, 'oh kalau begitu sampeyan ini salah. Saya hanya memberikan kesempatan yang sama kepada setiap orang'. Orang saya jadi Menteri saja enggak modal apa-apa. Enggak pakai dukun," ucap Jonan.

Bagi Jonan sendiri,  kompetensi harus menjadi dasar penilaian untuk kenaikan pangkat seseorang di setiap pekerjaan. Bahkan, dulu Jonan juga sempat melantik seorang Direksi KAI yang lulusan SMA dan awalnya bekerja sebagai petugas paling pintu kereta.

Dengan pengalamannya, Jonan mengatakan akan menerapkan prinsipnya itu di Kementerian Perhubungan untuk mencari orang-orang yang benar-benar kompeten dan tepat bekerja di posisi yang dia isi.

baca juga: Jonan: Saya Enggak Mau Buang-buang Uang Rp 1 TriliunDapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Whats New
Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Whats New
Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Whats New
Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Whats New
Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Whats New
Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Whats New
Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Whats New
Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Whats New
LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

Whats New
Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Whats New
Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Whats New
Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Whats New
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Rilis
Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Rilis
IHSG Ditutup Melemah 1,3 Persen, Bagaimana dengan Rupiah?

IHSG Ditutup Melemah 1,3 Persen, Bagaimana dengan Rupiah?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.