Agar Otot Garuda Perkasa dan Kian Dicintai

Kompas.com - 19/03/2015, 11:12 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorErlangga Djumena

Chatib khawatir, dana asing akan keluar dari Indonesia. Akibatnya, bisa diperkirakan, nilai tukar rupiah akan lunglai. “Kejadian tahun 2013 lalu akan terulang, saat defisit transaksi berjalan membesar, investor keluar,” kata Chatib.

Menekan defisit

Namun, Bambang memastikan, pemerintah akan menjaga defisit transaksi berjalan di kisaran 3 persen. Toh, defisit yang terjadi lebih diakibatkan kegiatan yang produktif. Dalam jangka panjang, peningkatan belanja infrastruktur akan meningkatkan daya saing ekonomi dan memberikan kontribusi bagi perbaikan transaksi berjalan.

Pemerintah juga sudah menyiapkan langkah untuk memperbaiki transaksi berjalan. Untuk memperbaiki neraca barang, pemerintah akan merilis aturan yang memungkinkan dikenakannya bea masuk anti dumping sementara dan bea masuk tindakan pengamanan sementara.

Selain itu,  pemerintah akan merevisi aturan tax allowance bagi perusahaan yang mengekspor minimal 30 persen dari total produk demi mendorong peningkatan investasi langsung. “Pemerintah juga akan meningkatkan penggunaan biodiesel,” kata Bambang.

Fasilitas tax allowance juga akan diberikan untuk dividen yang direinvestasi di dalam negeri. Insentif fiskal ini guna mengurangi defisit neraca pendapatan yang selama ini cukup besar. Untuk mengurangi defisit neraca jasa, pemerintah akan membentuk perusahaan BUMN di bidang reasuransi. Selain itu, pemerintah juga akan membebaskan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk industri galangan kapal.  

Lana menilai, meski pemerintah menawarkan insentif fiskal berupa tax allowance, perusahaan belum tentu mau memanfaatkannya. “Pengalaman tahun 2013 lalu, tidak banyak perusahaan memanfaatkan karena khawatir bisa menjadi bumerang bagi perusahaan dalam urusan pajak,” kata Lana.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lana mengusulkan, pemerintah memperbaiki sektor pariwisata untuk mendongkrak neraca jasa. Jika dipoles degan baik, sektor pariwisata bisa membantu mengurangi defisit transaksi berjalan. Yang paling penting, pemerintah harus mulai memperbaiki struktur ekonomi Indonesia yang sudah rapuh. “Harus ada insentif dan orientasi jelas untuk membangun industri bahan baku dan barang modal,” kata Lana.

Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan, pemerintah harus mengembalikan kepercayaan pasar. Untuk itu, pemerintah perlu menempatkan dana yang selama ini disimpan di BI ke sistem perbankan. Dengan begitu, kondisi likuiditas di Tanah Air lebih bagus. “Biar pasar tidak khawatir akan terjadi krisis karena likuiditas ketat,” kata Purbaya.

Yang jelas, jangan sampai rupiah makin dilecehkan. (Herry Prasetyo, Margareta Engge Kharismawati)  

baca juga: Menguat, Rupiah Tinggalkan Level 13.000

Halaman:
Baca tentang


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
TKA Masuk Industri Strategis, Luhut: Enggak Boleh Marah, Ada Alih Teknologi

TKA Masuk Industri Strategis, Luhut: Enggak Boleh Marah, Ada Alih Teknologi

Whats New
Bangun Tech Talent, Indonesia Gandeng Singapura

Bangun Tech Talent, Indonesia Gandeng Singapura

Whats New
Sandiaga Uno: Bali Bakal Jadi Pilot Project Wisata Berbasis Vaksin

Sandiaga Uno: Bali Bakal Jadi Pilot Project Wisata Berbasis Vaksin

Whats New
Tawaran Pinjaman Online Masuk lewat SMS dan WA, Ini Kata OJK

Tawaran Pinjaman Online Masuk lewat SMS dan WA, Ini Kata OJK

Whats New
[POPULER MONEY] Daftar Gaji UMR Tertinggi | Instansi yang Buka Formasi CPNS untuk Lulusan SMA

[POPULER MONEY] Daftar Gaji UMR Tertinggi | Instansi yang Buka Formasi CPNS untuk Lulusan SMA

Whats New
Hindari Burnout, Bumble Izinkan Karyawannya Libur Sepekan Penuh

Hindari Burnout, Bumble Izinkan Karyawannya Libur Sepekan Penuh

Whats New
Tindakan China Makin Keras, Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah 30.000 Dollar AS

Tindakan China Makin Keras, Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah 30.000 Dollar AS

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Pengalaman Vaksinasi Covid-19 | Hikmah Jalani Isoman 2 Minggu | Mood yang Sering Naik-Turun

[KURASI KOMPASIANA] Pengalaman Vaksinasi Covid-19 | Hikmah Jalani Isoman 2 Minggu | Mood yang Sering Naik-Turun

Rilis
Ini Saham-saham yang Paling Terdampak Jika Ekonomi Kembali Lesu

Ini Saham-saham yang Paling Terdampak Jika Ekonomi Kembali Lesu

Whats New
Geser Raffi Ahmad, Deddy Corbuzier Menjadi Youtuber Paling Kaya di Indonesia

Geser Raffi Ahmad, Deddy Corbuzier Menjadi Youtuber Paling Kaya di Indonesia

Whats New
Dukung Sektor Pariwisata, Kemenaker Kembangkan Kejuruan Spa Therapist

Dukung Sektor Pariwisata, Kemenaker Kembangkan Kejuruan Spa Therapist

Rilis
Kata Antam Terkait Tudingan Impor Emas Rp 47 Triliun

Kata Antam Terkait Tudingan Impor Emas Rp 47 Triliun

Whats New
Gandeng Swasta, Pemerintah Vaksinasi 1.400 Warga kolaka

Gandeng Swasta, Pemerintah Vaksinasi 1.400 Warga kolaka

Rilis
Hari Ini, Lelang 7 SUN Tembus Rp 69,95 Triliun

Hari Ini, Lelang 7 SUN Tembus Rp 69,95 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X