Bea Cukai: Kasus Tindak Pengamanan Lebih Jarang Dibanding Anti Dumping

Kompas.com - 19/03/2015, 13:37 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, Agung Kuswandono menyatakan, kasus Bea Masuk Tindak Pengamanan (BMTP) jauh lebih jarang ditemui dibanding kasus Bea Masuk Anti Dumping (BMAD).

"BMTP secara kasuistik memang jarang. Lagipula lebih manis BMAD, maksudnya karena melalui proses investigasi," kata Agung ditemui dalam Pelantikan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayan dan Resiko, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (19/3/2015).

Agung menjelaskan, pengenaan BMTP dilakukan secara langsung ketika ada indikasi lonjakan impor yang berlebih. Sementara BMAD dikenakan setelah ada laporan dari industri yang resah akibat produk mereka tidak berdaya saing lantaran ada indikasi produk impor yang lebih murah (dumping).

Laporan dari industri tersebut lantas ditindaklanjuti oleh Komite Anti Dumping Indonesia (KADI). Agung mengakui proses investigasi yang dilakukan KADI bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Baru setelah diputuskan benar terjadi dumping, produk tersebut dikenakan BMAD, dengan tarif yang diputuskan Menteri Keuangan.

"Indonesia pernah mengenakan BMAD atas baja. Proses investigasinya waktu itu juga sangat lama," kata Agung.

Mengenai kebijakan BMADS (BMAD Sementara), Agung menjelaskan, hal tersebut dilakukan pemerintah untuk menyiasati lamanya proses investigasi KADI. Tujuannya, agar produk lokal tidak mati digempur produk impor yang terindikasi dumping.

Adapun tarifnya sesuai dengan tarif BMAD. Alasannya, ketika tuduhan dumping terbukti, maka sudah tidak ada lagi perubahan tarif ketika BMADS berubah menjadi BMAD.

Di sisi lain, BMTPS (BMTP Sementara) bisa langsung dikenakan pada produk yang menunjukkan lonjakan impor. Apalagi jika produk tersebut berkaitan dengan moral hazard, seperti minuman beralkohol.

"Kalau misalnya ada lonjakan minuman alkohol sampai 800 persen, kita bisa kenakan langsung BMTPS," kata Agung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ILO: Transisi Energi Bakal Ciptakan 5 Juta Lapangan Pekerjaan

ILO: Transisi Energi Bakal Ciptakan 5 Juta Lapangan Pekerjaan

Whats New
Krakatau Steel Tandatangani Kerja Sama Pengembangan Pabrik 'Blast Furnace'

Krakatau Steel Tandatangani Kerja Sama Pengembangan Pabrik "Blast Furnace"

Whats New
Likuiditas Melimpah, Suku Bunga Kredit Belum Akan Naik Signifikan

Likuiditas Melimpah, Suku Bunga Kredit Belum Akan Naik Signifikan

Whats New
PNBP Perikanan Tangkap Terus Meningkat, Kini Capai Rp 512,38 Miliar

PNBP Perikanan Tangkap Terus Meningkat, Kini Capai Rp 512,38 Miliar

Whats New
Semangat Kerja di Usia Senja, Driver Ojol ini Masih Giat Ngaspal

Semangat Kerja di Usia Senja, Driver Ojol ini Masih Giat Ngaspal

Earn Smart
Deteksi Wabah PMK, Kementan Minta Pemda Optimalkan Puskeswan

Deteksi Wabah PMK, Kementan Minta Pemda Optimalkan Puskeswan

Whats New
Netflix Bakal Pasang Iklan, Apa Pengaruhnya pada Jumlah Pelanggan?

Netflix Bakal Pasang Iklan, Apa Pengaruhnya pada Jumlah Pelanggan?

Spend Smart
OJK: Kinerja Intermediasi Lembaga Keuangan Terus Meningkat

OJK: Kinerja Intermediasi Lembaga Keuangan Terus Meningkat

Whats New
Dalam Gelaran WEF 2022, Bos GoTo Tekankan Pentingnya Inklusi Digital dalam Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Dalam Gelaran WEF 2022, Bos GoTo Tekankan Pentingnya Inklusi Digital dalam Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Whats New
Cegah Penyebaran Penyakit PMK, Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Cegah Penyebaran Penyakit PMK, Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Whats New
MCAS Group Gandeng PT Pos Indonesia Kembangkan Fitur Kendaraan Listrik di Aplikasi Pospay

MCAS Group Gandeng PT Pos Indonesia Kembangkan Fitur Kendaraan Listrik di Aplikasi Pospay

Whats New
Askrindo Jadi Mitra Asuransi Resmi Java Jazz Festival 2022

Askrindo Jadi Mitra Asuransi Resmi Java Jazz Festival 2022

Whats New
Niat Bikin Kolam Renang untuk Cucu, Pensiunan Anggota Dewan Ini Bangun 'Waterpark' di Bogor

Niat Bikin Kolam Renang untuk Cucu, Pensiunan Anggota Dewan Ini Bangun "Waterpark" di Bogor

Smartpreneur
Terbaru, Ini Daftar 100 Pinjol Ilegal 2022 yang Ditutup OJK

Terbaru, Ini Daftar 100 Pinjol Ilegal 2022 yang Ditutup OJK

Whats New
Ini Aneka Tantangan Bisnis Asuransi Jiwa di Tahun 2022?

Ini Aneka Tantangan Bisnis Asuransi Jiwa di Tahun 2022?

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.