Kompas.com - 23/03/2015, 16:42 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan melakukan inspeksi angkutan Umum di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (23/3/2015). Dari 19 bus yang diperiksa, 8 bus diantaranya dilarang berangkat karena tak memenuhi berbagai penilaian terkait aspek keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.

"Jadi ada 19 (bus) yang diperiksa secara acak... kalau enggak salah ada 8 yang enggak boleh berangkat," ujar Jonan usai inspeksi.

Dia menyebutkan, dari 8 bus yang tak boleh berangkat tersebut didapati beberapa hal yang tak memenuhi standar. Diantaranya kata Jonan, karena ban tipis dan lampu kendaraan yang mati.

Selain itu, pemeriksaan kendaraan yang lakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat itu juga mencakup beberapa obyek seperti sistem penerangan, ban, perlengkapan kendaraan bermotor, fasilitas tanggap darurat, sistem alat kemudi, bagian badan kendaraan dan komponen pendukung, serta pengemudi.  Dari sisi pengemudi, inspeksi dilakukan untuk mengecek kesehatan pengemudi.

Dari seluruh obyek yang diinspeksi tersebut, ada beberapa persyaratan mutlak yang harus dipenuhi, seperti: lampu utama, penunjuk arah, lampu posisi, lampu rem, penghapus kaca, kondisi ban baik dan kondisi fisik pengemudi yang sehat. Sehat disini dalam arti tidak mengkonsumsi narkoba dan alkohol, tidak hipertensi berat, hipoglikemia atau hiperglikemia.

Jika tidak memenuhi persyaratan mutlak tersebut, maka angkutan umum dan pengemudi tersebut tidak boleh diberangkatkan. "Ini 8 unit bus tidak dizinkan berangkat, berarti itu harus izin ulang, untuk dilengkapi," kata Jonan.

Peraturan yang mendasari kegiatan inspeksi ini adalah Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2014 tentang Angkutan Jalan, Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Umum, serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 27, 28, dan 29 tahun 2015 yang secara umum mengatur tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Umum.

baca juga: Jonan: Ini biar Pak Ahok yang Bersihkan...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.