Kembali Melemah, Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar AS Sentuh 13.000

Kompas.com - 26/03/2015, 14:48 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Nilai tukar rupiah kembali melemah dan menembus level 13.000 per dollar AS pada Kamis (26/3/2015) siang. Sehari sebelumnya, mata uang Garuda sebenarnya telah menguat dan diperdagangkan di level 12.932 per dollar AS.

Mengutip kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah siang hari ini berada di posisi 13.003 per dollar AS atau melemah 0,54 persen dari hari sebelumnya, 12.932 per dollar AS. Adapun mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah diperdagangkan di level 13.013 per dollar AS.

Mata uang rupiah belakangan ini terus tertekan seiring dengan terjadinya defisit neraca berjalan (current account deficit). Bahkan, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, rupiah adalah mata uang yang paling rentan jika dibandingkan dengan mata uang negara berkembang lainnya.

"Kami penasaran kenapa Filipina, Thailand, dan India itu lebih kuat dari rupiah ketika berhadapan dengan dollar AS dibanding mata uang lainnya?" kata Bambang di Senayan, Jakarta, Rabu (25/3/2015).

Ternyata, setelah dicermati, Filipina dan Thailand memang memiliki neraca transaksi berjalan yang surplus. Sementara itu, India, yang tadinya mengalami defisit neraca transaksi berjalan (CAD), dalam waktu satu tahun bisa menurunkannya secara drastis, dari 3,5 persen menjadi 2 persen, terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Jadi, kesimpulan kami, kalau ingin rupiah kuat, kita harus memperbaiki CAD," ucap Bambang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Itu Letter of Credit: Definisi, Fungsi, dan Contohnya

Apa Itu Letter of Credit: Definisi, Fungsi, dan Contohnya

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Strategi dan Tips Efektif Kuliah di Luar Negeri agar Tidak Gagal

[KURASI KOMPASIANA] Strategi dan Tips Efektif Kuliah di Luar Negeri agar Tidak Gagal

Rilis
Apa Arti Finansial?

Apa Arti Finansial?

Whats New
Sri Mulyani Beberkan Alasan Harus Tambah Utang Negara saat Pandemi

Sri Mulyani Beberkan Alasan Harus Tambah Utang Negara saat Pandemi

Whats New
Genap 10 Tahun, Ini Bentuk Apresiasi dan Komitmen Blibli Sambut Hari Jadi

Genap 10 Tahun, Ini Bentuk Apresiasi dan Komitmen Blibli Sambut Hari Jadi

BrandzView
Bank Syariah Disebut Kejam, MUI: Coreng Nama Baik dan Bikin Kepercayaan Jatuh

Bank Syariah Disebut Kejam, MUI: Coreng Nama Baik dan Bikin Kepercayaan Jatuh

Whats New
[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

Rilis
Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Work Smart
Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

Rilis
Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Whats New
Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Whats New
OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

Whats New
Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X