Pengamat Usulkan Perubahan Harga BBM Enam Bulan Sekali

Kompas.com - 28/03/2015, 18:32 WIB
MEULABOH, KOMPAS.com;
Jelang kenaikan harga BBM jenis premium di sejumlah SABU di Aceh Barat terlihat sepi tanpa ada antrian pengguna kendaraan.
KOMPAS.com/ RAJA UMARMEULABOH, KOMPAS.com; Jelang kenaikan harga BBM jenis premium di sejumlah SABU di Aceh Barat terlihat sepi tanpa ada antrian pengguna kendaraan. "Sepi yang isi BBM, memang ada kabar nanti pukul 00.00 wib naik, tapi yang ngisi tetap sepi seperti hari-hari sebelumnya" kata Edi, salah seorang pengguna roda dua kepada kompas.com, Jum'at (27/03/2015).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Anthonius Tony Prasetiantono mengusulkan agar perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) dilakukan setiap enam bulan sekali, jangan seperti saat ini. Pemerintah mengubah harga BBM setiap bulan.

Menurut Tony, saat ini pasar selalu gonjang-ganjing karena kebijakan perubahan BBM itu. "Saya usul enam bulan sekali. Kalau tiga bulan, terlalu cepat. Satu tahun kelamaan," ujar Tony di Jakarta, Sabtu (28/3/2015).

Dia menjelaskan, kebijakan perubahan harga BBM enam bulan sekali diyakini tak akan membuat pasar gonjang-ganjing. Terlebih lagi, kata Tony, pengusaha di Indonesia terlalu responsif dengan langsung menaikkan harga produknya setiap kali mendengar adanya kabar kenaikan BBM. Sementara itu, saat BBM turun, para pengusaha tak menurunkan harga barang yang sudah telanjur naik.

Meski begitu, kata Tony, usulannya tersebut bukan tak memiliki risiko. Pasalnya, apabila harga minyak dunia lebih tinggi dari asumsi pemerintah dalam menentukan harga BBM dalam negeri pada jangka waktu tersebut, maka pemerintah pun harus nombok. Tahun lalu, subsidi pemerintah untuk BBM mencapai Rp 270 triliun.

Sebelumnya, pemerintah menaikkan harga BBM jenis solar dan premium untuk wilayah penugasan luar Pulau Jawa, Pulau Madura, dan Pulau Bali (Jamali), masing-masing Rp 500 per liter dari harga lama. Pelaksana Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmadja Puja mengatakan, harga solar naik menjadi Rp 6.900 per liter dari Rp 6.400 per liter.

Sementara itu, harga bensin premium RON 88 naik menjadi Rp 7.300 per liter dari harga Rp 6.800 per liter. Wira menuturkan, keputusan tersebut diambil terutama atas dinamika dan perkembangan harga minyak dunia. Harga ini berlaku pada Sabtu (28/3/2015) mulai pukul 00.00 WIB.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X