Premium Naik Lagi, Konsumen yang Pindah ke Pertamax Cuma 2 Persen

Kompas.com - 29/03/2015, 12:26 WIB
Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014). AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKAPengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium untuk kali ketiga sejak Presiden Joko Widodo resmi menjabat, tidak membuat perpindahan konsumsi yang besar, seperti kenaikan sebelumnya.

Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang memperkirakan jumlah konsumen premium yang hijrah mengkonsumsi pertamax hanya 2 persen, maksimal empat persen. Meski begitu, perpindahan konsumen ini tentu mengerek konsumsi pertamax.

“Dua-empat persen konsumen premium pindah pertamax, sehingga konsumsi pertamax naik 10-20 persen,” ujar Ahmad kepada Kompas.com, Minggu (29/3/2015).

Bambang membenarkan, kenaikan konsumsi pertamax ini jauh lebih rendah dibanding kenaikan konsumsi pertamax pada saat harga premium naik Rp 2.000 per liter, menjadi Rp 8.500 per liter, pada 17 November 2014 lalu.

Pada saat itu, konsumsi pertamax dalam dua-tiga bulan paska-kenaikan diprediksi melonjak 400 persen, menjadi 10.000 kiloliter per hari. “Karena dulu sudah besar (kenaikan konsumsi pertamax), ya sekarang tidak lagi bisa besar, kecuali jika selisih harga (premium-pertamax) di rentang Rp 500 – Rp 800,” ucap Ahmad.

Sebelumnya, pemerintah melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium untuk Wilayah Penugasan luar Pulau Jawa, Pulau Madura, dan Pulau Bali (Jamali), naik masing-masing Rp 500 per liter dari harga lama. Harga premium di Wilayah Penugasan sebesar Rp 7.300 per liter.

Sementara itu, Pertamina juga menaikkan harga premium menjadi Rp 7.400 per liter untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali.  Adapun harga pertamax tetap dibanderol Rp 8.600 per liter.

Pertamina menjelaskan, harga pertamax tidak mengalami kenaikan, sebab harganya sudah naik pada awal Maret 2015, dari Rp 8.250 menjadi Rp 8.600 per liter.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Whats New
PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

Rilis
Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Whats New
Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Smartpreneur
Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X