Menperin: Perusahaan Jepang Akan Alihkan Investasi ke Indonesia

Kompas.com - 29/03/2015, 14:50 WIB
Menteri Perindustrian Saleh Husin KOMPAS.com/ICHA RASTIKAMenteri Perindustrian Saleh Husin
EditorErlangga Djumena

BEKASI, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Saleh Husin menyatakan, sejumlah perusahaan Jepang berencana untuk mengalihkan investasi mereka ke Indonesia. Menurut Saleh, peusahaan-perusahan tersebut menilai Indonesia masih memiliki potensi untuk berkembang lebih tinggi ketimbang negara-negara tujuan investasi lain di Asia.

"Intinya mereka mengatakan bahwa investasi mereka saat ini yang kebanyakan di Tiongkok, Vietnam, dan sejumlah negara lain itu, menurut mereka saat ini kurang begitu bagus lagi. Yang nantinya rencana mereka dialihkan dengan tujuan utama salah satunya Indonesia," ujarnya di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2015).

Saleh menyebutkan, salah satu sektor industri yang akan didorong untuk segera menanamkan modal di Indonesia adalah industri maritim. "Dari Jepang kan banyak investasi, terutama di bidang manufaktur, selain itu tentu dalam bidang lain dalam hal ini industri maritim," katanya.

Oleh karena itu, Kementerian Perinistrian menekankan Indonesia harus menyambut keinginan sejumlah investor Jepang tersebut dengan menyiapkan berbagai fasilitas dan kemudahan demi memberi kenyamanan dalam berinvestasi.

Hal itu sejalan dengan upaya pencapaian target pertumbuhan industri di Indonesia sepanjang 2014 yang dipatok pada angka 6,3 hingga 6,8 persen.

"Kami ingin memberikan layanan yang baik sebagai rangsangan agar orang tertarik berinvestasi," demikian Saleh Husin



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X