Kompas.com - 29/03/2015, 17:14 WIB
Suasana SBPU KM3 Kota Parepare, Sulawesi Selatan, sejumlah warga tidaktahu menahu adanya kenaikan harga Premium KOMPAS. Com / Suddin SyamsuddinSuasana SBPU KM3 Kota Parepare, Sulawesi Selatan, sejumlah warga tidaktahu menahu adanya kenaikan harga Premium
Penulis Ihsanuddin
|
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com
- Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia Natsir Mansyur menilai masyarakat belum siap menghadapi fluktuasi harga bahan bakar minyak mengikuti harga minyak dunia. Hal itu ditunjukkan dari munculnya protes dari masyakarakat setiap kali pemerintah menaikkan harga BBM.

"Rakyat tidak siap dengan perubahan harga BBM yang naik-turun. Fundamental ekonomi kita kurang bagus. Kita masih penuh kesenjangan dan kemiskinan," kata Natsir di Jakarta, Minggu (29/3/2015).

Hal berbeda terjadi di negara-negara lain di Asia tenggara, seperti Thailand. Menurut Natsir, Negeri Gajah Putih itu sejak awal sudah siap menyesuaikan harga bahan bakar dengan minyak dunia karena ekonomi di sana sudah cukup baik. "Mereka kalau naik atau turun tinggal diubah saja di papan tulisnya. Tidak perlu pemerintah yang menentukan, cukup Pertamina-nya saja," ujarnya.

Natsir mengakui bahwa niat pemerintah mengurangi subsidi BBM dan menyesuaikan harga dengan minyak dunia bertujuan baik, yakni ingin membangun infrastruktur yang selama ini tertinggal. Namun, pemerintah harus memikirkan gejolak pasar hingga respons masyarakat terhadap fluktuasi harga BBM. "Jangan sampai BBM naik sedikit, rakyat jadi marah," ujarnya.

Pemerintah kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium untuk wilayah luar Pulau Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) masing-masing sebesar Rp 500 per liter dari harga lama. Pelaksana Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmadja Puja mengatakan, harga solar naik menjadi Rp 6.900 per liter dari Rp 6.400 per liter. Sementara itu, harga premium RON 88 naik menjadi Rp 7.300 per liter dari harga Rp 6.800 per liter. Wira menuturkan, keputusan tersebut diambil terutama atas dinamika dan perkembangan harga minyak dunia. Harga ini berlaku pada Sabtu (28/3/2015) mulai pukul 00.00 WIB. (Baca Di Luar Jawa, Madura, dan Bali, Harga Premium Jadi Rp 7.300 Per Liter, Solar Rp 6.900)

Adapun untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali, harga BBM jenis premium naik menjadi Rp 7.400 per liter dari harga awal Rp 6.900 per liter. Harga solar di Jamali sama dengan yang ditetapkan di luar Jamali, yaitu Rp 6.900 per liter. (Baca: Harga Premium di Jawa, Madura, dan Bali Naik Jadi Rp 7.400 Per Liter, Solar Rp 6.900)

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X