Menteri Amran Tolak Tawaran Impor Beras dari Thailand

Kompas.com - 31/03/2015, 12:11 WIB
Mentan ikut melakukan panen raya padi di Desa Bina Maju, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, bersama Plt. Gubernur Riau Asyadjuliandi Rachman, Bupati Kepulauan Meranti H. Irwan, Komandan Korem (Danrem) 031/WB Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto, Rabu (4/3/2015) lalu. Dok KementanMentan ikut melakukan panen raya padi di Desa Bina Maju, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, bersama Plt. Gubernur Riau Asyadjuliandi Rachman, Bupati Kepulauan Meranti H. Irwan, Komandan Korem (Danrem) 031/WB Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto, Rabu (4/3/2015) lalu.
EditorErlangga Djumena

KARANGANYAR, KOMPAS.com -Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah tidak akan melakukan impor beras pada 2015 sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para petani.

"Pemerintah tidak akan mengimpor beras," tegasnya saat memberikan pidato sambutan pada musyawarah perencanaan pembangunan wilayah Keresidenan Surakarta di pendopo Kabupaten Karanganyar, Selasa (31/3/2015).

Amran mengaku berulang kali ditawari impor beras dari Thailand sebanyak 1,5 juta ton dengan harga Rp 4.000 per kilogram, sedangkan harga beras di dalam negeri mencapai Rp 8.000-Rp 12.000/kg.

"Kalau impor 1,5 juta ton beras itu untungnya Rp 6 triliun, kami katakan maaf tidak impor," ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo selalu mengontrol terkait dengan stok beras di dalam negeri.

"Pada saat harga beras tinggi, tiap hari Bapak Presiden menelepon kami untuk menanyakan apakah stok beras mencukupi," katanya.

Menurut dia, lebih baik keuntungan yang bisa diambil pemerintah dari impor beras Thailand itu dinikmati oleh para petani, khususnya di Provinsi Jateng.

"Kita tidak usah membantu petani Thailand yang sudah kaya dan jumlah produksinya sudah tinggi, doakan saja kalau kita semua bisa bekerja sama turun ke lapangan, Insya Allah tahun ini kita tidak impor," ujarnya.

Selain Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, kegiatan Musrenbangwil Keresidenan Surakarta tersebut juga dihadiri oleh kepala daerah dan forum komunikasi pimpinan daerah dari Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Wonogiri.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X