Kompas.com - 02/04/2015, 12:36 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - 
Wakil Presiden Jusuf Kalla memutuskan proyek pembangunan Cilamaya dibatalkan.  Ia memutuskan pelabuhan digeser ke arah timur.

Keputusan itu diambil setelah rapat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago di di Kantor Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (2/4/2015).

"Tadi diputuskan bahwa rencana pelabuhan tetap harus berjalan secepat-cepatnya, tapi agak bergeser di daerah yang aman ke timur yang di depannya tidak banyak anjungan-anjungan dan oil rig," kata Kalla.

Kalla memimpin rapat selama sekitar satu jam. Kalla menjelaskan lebih dahulu paparan rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Wapres juga meminta penjelasan PT Pertamina terkait rencana itu.

Dari dua paparan itu, Wapres menarik dua benang merah, yaitu kebutuhan pembangunan pelabuhan di sisi utara Jawa. Sementara itu, Pertamina berkepentingan mengamankan aset strategisnya.

"Mari kita cari solusi dari dua hal ini. Dua-duanya harus menjadi pertimbangan, mutlak kita butuh pelabuhan, tetapi aset strategis di Jawa jangan sampai terganggu," kata Jusuf Kalla yang memimpin rapat sambil berdiri.

Selanjutnya, Kalla meminta pandangan para menteri yang hadir. Menurut Sudirman Said, alur pelayaran dari Cilamaya ke utara terlalu sempit. Menurut dia, lebih baik ada pilihan lain agar pelabuhan tidak di Cilamaya.

Sementara itu, Indroyono Soesilo berpandangan alur pelayaran di Utara Cilamaya masih lebih lebar dari alur pelayaran di Singapura. Dia memandang, sebaiknya dicari kajian akademis dahulu sebelum memutuskan dipindah ke tempat lain.

baca juga: Rapat Sambil Berdiri, Wapres Ambil Putusan soal Cilamaya di Kantor Desa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.