2014, MNCN Raup Laba Bersih Rp 1,76 Triliun

Kompas.com - 02/04/2015, 15:51 WIB
Ilustrasi KONTAN/CAROLUS AGUS WALUYOIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Sepanjang 2014 PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) membukukan laba bersih Rp 1,762 triliun, naik 4 persen dari laba bersih tahun 2013 yang tercatat mencapai Rp 1,691 triliun. EPS juga meningkat 4 persen menjadi Rp 126 miliar, dari Rp 121 miliar pada 2013.

Adapun laba bersih perusahaan Hary Tanoesoedibjo ini pada kuartal IV-2014 tersebut tercatat Rp 373 miliar, atau drop 11 persen dibanding kuartal IV-2013 yang mencapai Rp 421 miliar. “Kuartal-IV sedikit menantang bagi kami dengan pendapatan iklan menurun sebesar 7 persen, seiring dengan pengiklan yang mengurangi belanja iklan karena ketidakpastian pemilu dan perdebatan tentang kenaikan harga BBM,” terang Hary dalam keterangan tertulis, diterima Kompas.com, Kamis (2/4/2015).

Walaupun di tengah situasi sulit, lanjut Hary perseroan tetap berhasil untuk mengurangi biaya dan membukukan marjin EBITDA inti sebesar 46 persen pada kuartal-IV 2014. EBITDA inti pada kuartal-IV tercatat Rp 738 miliar, sedangkan EBITDA inti sepanjang 2014 tercatat mencapai Rp 2,779 triliun.

Laba usaha MNCN pada kuartal IV-2014 mencapai Rp 691 miliar, atau turun 13 persen dari kuartal IV-2013 yang menyentuh Rp 795 miliar.

Adapun laba usaha MNCN sepanjang 2014 tercatat Rp 2,604 triliun, atau naik 2 persen dari 2013 yang mencapai Rp 2,560 triliun. Total pendapatan konsolidasi pada kuartal IV-2014 tercatat Rp 1,622 triliun atau turun 9 persen dari kuartal IV-2013 yang sebesar Rp 1,774 triliun.

Sepanjang 2014, total pendapatan konsolidasi meningkat 2 persen menjadi Rp 6,666 triliun dari Rp 6,522 triliun pada periode yang sama tahun 2013. Sementara itu beban langsung pada kuartal IV-2014 sebesar Rp 685 miliar, turun 17 persen dari periode sama 2013 yang sebesar Rp 826 miliar. Dan beban langsung sepanjang 2014 mencapai Rp 2,813 triliun atau turun 1 persen dari periode tahun 2013 yang sebesar Rp 2,851 triliun. Penurunan ini dikarenakan adanya pengurangan biaya produksi hasil dari peningkatan produksi internal.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Whats New
Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Whats New
Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Whats New
KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

Whats New
Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Whats New
Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Whats New
Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Whats New
Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Whats New
IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

Whats New
Luhut: 'Travel Bubble' Dievaluasi Tiap Minggu, Kalau Tidak Bagus Kita Setop

Luhut: "Travel Bubble" Dievaluasi Tiap Minggu, Kalau Tidak Bagus Kita Setop

Whats New
BRI Berencana Buyback Saham Sebesar Rp 3 Triliun, Ini Alasannya

BRI Berencana Buyback Saham Sebesar Rp 3 Triliun, Ini Alasannya

Whats New
Ini Target Produksi Komoditas Utama Pertanian Selama 2022

Ini Target Produksi Komoditas Utama Pertanian Selama 2022

Whats New
Tahun 2022, HAIS Targetkan Pertumbuhan Usaha Kargo hingga 10 Persen

Tahun 2022, HAIS Targetkan Pertumbuhan Usaha Kargo hingga 10 Persen

Rilis
Sederet Kecurigaan KPPU soal Kartel Persekongkolan Harga Minyak Goreng

Sederet Kecurigaan KPPU soal Kartel Persekongkolan Harga Minyak Goreng

Whats New
Luhut Minta Masyarakat Jangan Masuk ke Mal dan Restoran yang Tidak Menerapkan PeduliLindungi

Luhut Minta Masyarakat Jangan Masuk ke Mal dan Restoran yang Tidak Menerapkan PeduliLindungi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.