Ini Alasan Pemerintah Membatalkan Proyek Pelabuhan Cilamaya

Kompas.com - 02/04/2015, 17:27 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com
- Menteri Koordinator Maritim RI, Indroyono Soesilo membantah pergeseran lokasi pelabuhan Cilamaya dikarenakan adanya pipa gas Pertamina.

Menurut dia, perpindahan tersebut dikarenakan adanya jumlah anjungan dan rig pengeboran minyak di Cilamaya yang berpotensi bertabrakan dengan kapal. "Bukan masalah pipa gas, masalahnya di Cilamaya ada total 223 anjungan dan sekitar 80 well (sumur), bukan apa apa, kalau kesenggol kan bisa jadi insiden, jadi diputuskan geser ke timur," kata Indroyono di kantornya, Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Alasan selanjutnya, menurut Indroyono, adalah prakiraan produksi migas Pertamina di wilayah tersebut yang akan meningkat di tahun 2022. Menurut dia, saat ini lapangan migas di Cilamaya memproduksi minyak sebesar 40 juta barel per hari dan gas sebesar 180 juta kubik feet per hari.

"Harus sama-sama tumbuh, lapangan minyak tumbuh pelabuhannya juga jadi. Solusi optimal ya itu (geser ke timur)," kata Indroyono.

Menurut Indroyono, pelabuhan baru akan dicari lokasi dengan luas koridor 10 km. Dengan pertimbangan untuk menampung kapal dengan kapasitas 200.000-300.000 Gross Ton (GT). "Nanti dicari wilayah yang ada koridor 10 km, 5 km barat dan 5 km ke timur. Sehingga navigasinya untuk kapal kapal besar yang 200.000-300.000 GT itu bisa lewat," kata Indroyono.

Pemerintah menyatakan proyek pelabuhan akan tetap dibangun meski jika bergeser lokasinya, karena pada tahun 2020 pelabuhan Tanjung Priok dan pelabuhan Muara Baru akan mencapai kapasitas maksimum.

"Kalau jadi tahun 2020 jadinya. Luas lahan dihitung lagi, pola sasar tetap dibuat. Karena tahun 2020 Tanjung Priok, dan Muara Baru over capacity," jelas Indroyono.

Untuk target realisasi, Indroyono mengatakan setelah melakukan feasibility study, tahun depan akan dilangsungkan tender. "Mulai konstruksi tahun 2017, selesai ditargetkan tahun 2020," jelas Indroyono.

Sebagai informasi, pemerintah membatalkan proyek pelabuhan Cilamaya setelah Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Menko Perekonomian, Sofyan Djalil, Menko Maritim Indroyono Soesilo, Menhub Igansius Jonan, Menteri ESDM, Sudirman Said, dan Menteri Bappenas Andrinof Chaniago menggelar rapat di Kantor Desa, Tanjung Jaya, Kecamatan Tempuran, Karawang, Jawa Barat, Kamis (2/4/2015).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perusahaan Lokal Ini Ekspor 17 Ton Pupuk ke Nigeria

Perusahaan Lokal Ini Ekspor 17 Ton Pupuk ke Nigeria

Whats New
Rupiah Perkasa, Simak Kurs IDR-USD di 5 Bank Hari Ini

Rupiah Perkasa, Simak Kurs IDR-USD di 5 Bank Hari Ini

Whats New
Indonesia Tahan dari Gejolak Global, Ekonom: Pertumbuhan Ekspor Jadi Payung Bagi Perekonomian

Indonesia Tahan dari Gejolak Global, Ekonom: Pertumbuhan Ekspor Jadi Payung Bagi Perekonomian

Whats New
Sambut Hari UMKM Nasional, Lazada Kembangkan Ekosistem Ekonomi Digital di Jatim

Sambut Hari UMKM Nasional, Lazada Kembangkan Ekosistem Ekonomi Digital di Jatim

Whats New
Tol Laut Mobilisasi 1,3 Juta Liter Minyakita ke Papua, Maluku dan NTT

Tol Laut Mobilisasi 1,3 Juta Liter Minyakita ke Papua, Maluku dan NTT

Whats New
Tempat Wisata dari Bekas Tambang Danau Pading, Sandiaga Uno: Jadi Berkah

Tempat Wisata dari Bekas Tambang Danau Pading, Sandiaga Uno: Jadi Berkah

Whats New
Pemerintah Sudah Kantongi Rp 7,65 Triliun dari Pajak Digital

Pemerintah Sudah Kantongi Rp 7,65 Triliun dari Pajak Digital

Whats New
Lelang Rumah Murah di Bogor, Harga Mulai Rp 150 Juta

Lelang Rumah Murah di Bogor, Harga Mulai Rp 150 Juta

Spend Smart
Bappebti Terbitkan Perba Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto

Bappebti Terbitkan Perba Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto

Whats New
Tawarkan Peluang Bisnis Kirim Paket ke Luar Negeri, Usahakurir Beri Penawaran Menguntungkan

Tawarkan Peluang Bisnis Kirim Paket ke Luar Negeri, Usahakurir Beri Penawaran Menguntungkan

Rilis
6 Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan dengan NIK KTP

6 Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan dengan NIK KTP

Whats New
BUMN ID Food Realisasikan Distribusi Migor 744.000 Liter ke Papua Indonesia Timur

BUMN ID Food Realisasikan Distribusi Migor 744.000 Liter ke Papua Indonesia Timur

Whats New
Turun Rp 5.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Rp 5.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Setahun Berdiri untuk UMKM Indonesia, Simak Deretan Fakta Menarik dari Kampus UMKM Shopee

Setahun Berdiri untuk UMKM Indonesia, Simak Deretan Fakta Menarik dari Kampus UMKM Shopee

Work Smart
Ekonom Perkirakan Inflasi Inti RI Naik Jadi 3,5 Persen, Jadi Tantangan Pemulihan Ekonomi

Ekonom Perkirakan Inflasi Inti RI Naik Jadi 3,5 Persen, Jadi Tantangan Pemulihan Ekonomi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.