Penjualan Pertamax Januari-Februari Naik Tipis

Kompas.com - 08/04/2015, 03:10 WIB
MEULABOH, KOMPAS.com;
Jelang kenaikan harga BBM jenis premium di sejumlah SABU di Aceh Barat terlihat sepi tanpa ada antrian pengguna kendaraan.
KOMPAS.com/ RAJA UMARMEULABOH, KOMPAS.com; Jelang kenaikan harga BBM jenis premium di sejumlah SABU di Aceh Barat terlihat sepi tanpa ada antrian pengguna kendaraan. "Sepi yang isi BBM, memang ada kabar nanti pukul 00.00 wib naik, tapi yang ngisi tetap sepi seperti hari-hari sebelumnya" kata Edi, salah seorang pengguna roda dua kepada kompas.com, Jum'at (27/03/2015).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto memaparkan, sejak November 2014 kinerja penjualan perusahaan minyak nasional itu terus menurun hingga Februari 2015.

"Terjadi penurunan antara lain disebabkan disparitas antara solar subsidi dan non-subsidi kecil, dan premium sudah tidak disubsidi. Sehingga penyaluran yang tidak pada tempatnya berkurang," kata Dwi, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR-RI, Jakarta, Selasa (7/4/2015).

Dia menuturkan, telah terjadi penurunan penjualan premium pada Januari dan Februari, di sisi lain terjadi peningkatan penjualan pertamax. Adapun penjualan kerosene atau minyak tanah relatif stabil namun sedikit menurun, karena konversi ke gas.

“Jadi, ada satu yang menarik yaitu perpindahan dari pengguna premium ke pertamax, sehingga (penjualan) pertamax naik 0,93 persen,” kata dia.

Tak hanya peralihan konsumen premium ke pertamax, Dwi juga menyampaikan konsumen solar pun beralih ke pertadex. “Penggunaan BBN nabati terjadi peningkatan 0,02 persen dan penjualan melalui ISC atas kelebihan dalam negeri dijual ke luar negeri terjadi peningkatan 0,04 persen,” pungkas Dwi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X