OJK Minta Kontrol Konglomerasi Keuangan Diperketat

Kompas.com - 08/04/2015, 14:42 WIB
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad
KOMPAS/ALIF ICHWANKepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta induk usaha konglomerasi keuangan untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak usahanya untuk mengontrol implementasi manajemen risiko agar tak berimbas kepada induk usaha.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Miliaman D. Hadad, pengetatan kontrol konglomerasi keuangan tersebut akan menciptakan penyelenggaraan governance secara konglomerasi dan mencegah induk usaha yang memiliki penilaian buruk lantaran anak usaha banyak bermasalah.

"Proses governance menjadi sangat penting oleh karenanya itu merupakan hal utama yang didorong OJK," ujar Muliaman di Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2015).

Sampai saat ini, kata dia, OJK sudah menerima laporan dari 34 entitas utama induk usaha konglomerasi keuangan. Menurutnya, jumlah 34 konglomerasi keuangan tersebut merupakan jumlah yang sudah final, artinya tak akan ada lagi tambahan jumlah konglomerasi keuangan kecuali muncul induk usaha baru.

Muliaman menuturkan, nantinya induk usaha konglomerasi keuangan harus mengimplementasikan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) mengenai manajemen risiko, konglomerasi dan juga governance konglomerasi. Apabila ketiga aturan tersebut sudah dijalankan, OJK lantas akan melakukan pengawasan.

Sebelumnya, OJK mewajibkan entitas utama alias induk konglomerasi keuangan melaporkan informasi anak usahanya. Aturan wajib lapor ini berlaku efektif pada pertengahan tahun 2015. Rencananya, OJK bakal menggunakan laporan konglomerasi keuangan itu sebagai bahan evaluasi pada akhir tahun 2015 nanti.

"Pengumpulan data dan informasi dari entitas utama konglomerasi keuangan itu penting, karena merupakan siklus awal dari enam siklus bentuk pengawasan terintegrasi konglomerasi keuangan," kata Kepala Departemen Pengembangan Pengawasan dan Manajemen Krisis OJK, Oktober tahun lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X