Tahun Depan, KKP Tetap Fokus Berantas Penangkapan Ikan Ilegal

Kompas.com - 08/04/2015, 21:06 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi pembicara pada acara CIMB Niaga Economic Forum 2015 di Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2015). Forum ini bertemakan persiapan Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 dan program pemerintahan baru nawa cita. TRIBUNNEWS / HERUDINMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi pembicara pada acara CIMB Niaga Economic Forum 2015 di Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2015). Forum ini bertemakan persiapan Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 dan program pemerintahan baru nawa cita.
|
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk meneruskan fokus pada upaya pemberantasan penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) pada 2016 mendatang. Pasalnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yakin illegal fishing merupakan wahana yang acapkali ditunggangi tindak kejahatan lain.

Susi merasa Indonesia pun sangat telat memulai upaya pemberantasan penangkapan ikan ilegal itu ketimbang negara-negara luar seperti Eropa dan Amerika Serikat. “Di kita baru-baru sekarang ini hangat-hangat. Di Eropa dan Amerika Serikat, mereka sudah lama memerangi illegal fishing, karena mereka tahu, banyak kriminalitas lain yang menumpang di illegal fishing. Human trafficking, human slavery, drugs smuggling,” ucap Susi, Jakarta, Rabu (8/4/2015).

Malah, kata dia, kasus penangkapan ikan  ilegal di Wanam menyertakan juga penyelundupan minuman keras, burung, kulit buaya, dan tanduk rusa.

Sementara itu, melihat beberapa kasus perbudakan, Susi pun miris manakala banyak anak buah kapal yang mati, dan beberapa tak kembali. “Kejahatan illegal fishing ini merambah ke banyak hal bukan hanya ikan kita dicuri. Kalau orang sudah ribut, NGO ribut gajah mati karena hutannya dibakar, monyet mati karena perkebunan. Tapi ini manusia-manusia diperbudak dan mati untuk ikan. It’s unbelievable!” kata Susi geram.

Susi memastikan pemerintah Indonesia ke depan tidak boleh berdiam diri memerangi kejahatan  ini. Seluruh dunia saat ini sudah mulai mafhum. Bahkan,  Thailand pun juga turut mulai memberantas illegal fishing. “It’s a real big war. Ini perang sudah terbuka. Kalau tadinya hanya selintas-selintas, sekarang ini it’s an open war. Kita harus bahu-membahu. Illegal fishing ini big, big, big enemy daripada semua negara sekarang ini. Kita bisa kita membiarkan manusia mati hanya untuk bisnis,” pungkas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X