Kompas.com - 13/04/2015, 09:57 WIB
EditorErlangga Djumena


KOMPAS.com -
Sebuah studi dari The Tax Policy Center (TPC) atau lembaga kebijakan pajak AS yang diprakarsai oleh The Urban Institute dan Brookings Institution menunjukkan hal menarik mengenai asal pertumbuhan kekayaan para miliarder di Amerika Serikat (AS).

Studi TPC mengamati fenomena pembayaran pajak berdasarkan golongan tingkat pendapatan masyarakat yang berbeda-beda. Semakin besar pembayaran pajak seseorang, umumnya pertumbuhan kekayaannya bersumber dari capital gain (keuntungan) investasi sang wajib pajak, baik di portofolio saham dan yang lainnya.

TPC menyatakan, pada tahun 2012 wajib pajak yang memiliki pendapatan di bawah 500.000 dollar AS, sebagian besar atau 75 persen mengandalkan pemasukan dari gaji dan upah saja. Saat pendapatan mereka di kisaran 500.000 dollar AS hingga 1 juta dollar AS, hanya setengah dari golongan tersebut umumnya mengandalkan sumber pemasukan dari gaji dan upah.

Yang menarik, jika sang wajib pajak memiliki penghasilan di atas 10 juta dollar AS, bisa dipastikan hanya 15 persen saja yang mengandalkan pendapatannya dari gaji dan upah. Dari golongan ini, mayoritas atau lebih dari 50 persen mendapat harta berlimpah dari keuntungan perdagangan saham di bursa. Sedangkan, selebihnya mendapat pendapatan dari kegiatan usaha, bunga dan dividen.

Meski demikian, Roberton Williams dari TPC menyatakan, para miliarder ini tidak melulu hanya ongkang-ongkang kaki menunggu harga portofolio investasinya bertumbuh. "Banyak dari orang berpenghasilan 10 juta dollar AS ke atas tidak memperoleh hasil yang besar pada tahun-tahun berikutnya," tutur Williams di CNBC edisi Kamis (9/4/2014).

Williams mengatakan, pendapatan besar yang mereka peroleh hingga bernilai di atas 10 juta itu biasanya didapat hanya sesekali dan selalu mengarah pada capital gain. "Banyak orang mencapai tingkat pendapatan yang tinggi setelah mereka menjual aset (saham) yang telah dikumpulkan dan disimpan selama bertahun-tahun sebelumnya," imbuh Williams.

Kondisi ini juga bisa dicermati pada sejumlah golongan. Misalnya, menurut Williams, hal tersebut tampak pada sekitar 1 persen wajib pajak berpenghasilan lebih dari 10 juta dollar AS, yang berlangsung sekitar 10 tahun sekali.

Oleh sebab itu, Pemerintah AS sendiri kini sedang menggagas kenaikan besaran setoran pajak dari capital gain milik wajib pajak. Beban pajak atas capital gain yang semula dikutip sebesar 20 persen, direncanakan akan dinaikkan menjadi 24,2 persen pada tahun ini.

Alasannya sederhana, lantaran capital gain hanya terjadi sekali saja dalam seumur hidup. Berdasarkan laporan CNBC awal Maret lalu, dari hasil studi Spectrum Group (Spectrum) mengabarkan, berkat lonjakan harga saham dan properti telah menciptakan 500.000 jutawan baru AS pada tahun 2014.

Data Spectrum menunjukkan, sebanyak 10,1 juta penduduk AS memiliki aset properti di atas 1 juta dollar AS. Jumlah itu masih di luar aset properti inti para jutawan tersebut. Jumlah orang tajir ini meningkat 9,6 persen dari tahun 2013. Sementara jumlah orang kaya pemilik aset senilai 25 juta dollar AS di AS tahun 2014, naik dari 132.000 menjadi 142.000 orang. Angka ini sekaligus menjadi puncak sejak krisis ekonomi 2008. (Nina Dwiantika)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Data 17 Juta Pelanggan Diduga Bocor, PLN Lakukan Investigasi

Data 17 Juta Pelanggan Diduga Bocor, PLN Lakukan Investigasi

Whats New
Simak Cara Top Up DANA lewat BRImo, ATM, dan Internet Banking BRI

Simak Cara Top Up DANA lewat BRImo, ATM, dan Internet Banking BRI

Spend Smart
Bisnis Retail: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, Jenis, dan Contohnya

Bisnis Retail: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, Jenis, dan Contohnya

Whats New
Cara Bayar dan Cek Tagihan PDAM Online lewat OVO hingga LinkAja

Cara Bayar dan Cek Tagihan PDAM Online lewat OVO hingga LinkAja

Spend Smart
Mudah, Begini Cara Transfer OVO ke DANA dan Sebaliknya

Mudah, Begini Cara Transfer OVO ke DANA dan Sebaliknya

Spend Smart
Simak 4 Tips Investasi Emas untuk Investor Pemula

Simak 4 Tips Investasi Emas untuk Investor Pemula

Earn Smart
Luhut Targetkan Penanaman Mangrove 600.000 Hektar Selesai pada 2024

Luhut Targetkan Penanaman Mangrove 600.000 Hektar Selesai pada 2024

Whats New
Petrokimia Gresik Salurkan Beasiswa Rp 300 Juta untuk 331 Anak

Petrokimia Gresik Salurkan Beasiswa Rp 300 Juta untuk 331 Anak

Whats New
Bantu Pengrajin Limbah Kertas Punya Logo Brand, Sandiaga: Ini Adalah Bentuk Dukungan Pemerintah yang Konkret...

Bantu Pengrajin Limbah Kertas Punya Logo Brand, Sandiaga: Ini Adalah Bentuk Dukungan Pemerintah yang Konkret...

Whats New
Peningkatan Literasi Digital UMKM Berpotensi Tingkatkan Ekonomi Sebesar Rp 546,5 Triliun

Peningkatan Literasi Digital UMKM Berpotensi Tingkatkan Ekonomi Sebesar Rp 546,5 Triliun

Whats New
XL Axiata Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

XL Axiata Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

Rilis
Neraca Pembayaran Indonesia Surplus 2,4 Miliar Dollar AS di Kuartal II-2022

Neraca Pembayaran Indonesia Surplus 2,4 Miliar Dollar AS di Kuartal II-2022

Whats New
Apa Itu Manajemen: Pengertian, Fungsi, dan Tujuannya

Apa Itu Manajemen: Pengertian, Fungsi, dan Tujuannya

Earn Smart
Cara Transfer Uang lewat ATM BRI dan ATM Bersama dengan Mudah

Cara Transfer Uang lewat ATM BRI dan ATM Bersama dengan Mudah

Spend Smart
Harga Pertalite Diisukan Naik jadi Rp10.000, Blue Bird Belum Siapkan Kenaikan Tarif Buka Pintu

Harga Pertalite Diisukan Naik jadi Rp10.000, Blue Bird Belum Siapkan Kenaikan Tarif Buka Pintu

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.