Menteri Susi: Kalau Jokowi-JK Tak Lakukan Perubahan, Berarti Kita Salah Pilih

Kompas.com - 13/04/2015, 13:39 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti mengatakan, Pemerintahan Jokowi-JK membawa misi perubahan. Bahkan, dia mengakui salah satu faktor yang membuat dirinya tertarik menjadi Menteri Kabinet Kerja adalah karena Jokowi-JK membawa misi tersebut. Namun, kata dia, apabila pemerintah tak melakukan perubahan, maka rakyat telah salah pilih.

"Sebelumnya, tahun-tahun pemerintah sebelumnya, barangkali memperbolehkan (kapal-kapal tangkap menggunakan alat yang merusak lingkungan) tapi tidak pemerintahan Jokowi-JK. Mereka ingin Indonesia berubah, dan kita memilih mereka (Jokowi-JK) karena kita ingin perubahan. Kalau tidak berubah, berarti kita salah pilih mereka," ujar Susi saat memberikan arahan kepada 448 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (13/4/2015).

Sebagai menteri, Susi mengaku sudah berusaha melakukan berbagai perubahan di sektor kelautan dan perikanan. Bahkan beberapa kebijakan agar tercipta perubahan itu sudah dilakukan misalnya pelarangan bongkar muat kapal ikan di tengah laut dan pelarangan penggunakan alat tangkap ikan yang tak ramah lingkungan.

Selain itu Susi juga melakukan moratorium kapal-kapal eks asing sehingga kapal-kapal tersebut tak bisa seenaknya keluar-masuk perairan Indonesia. Meski begitu, dia berujar, perubahan tak bisa dilakukan oleh dirinya saja. Semua stakeholder yang terlibat baik langsung maupun tidak di sektor Kelautan dan Perikanan harus ikut memperbaiki diri sehingga sektor yang menjadi jati diri Indonesia sebagai bangsa maritim itu bisa maju.

"Kita harus berikan program pembangunan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Jangan lagi bangun program atas project, atas dasar komisi, atas dasar feed back, ini semua tidak boleh ada lagi. Dan saya tidak mau mendengar hal ini kembali terjadi," kata dia.

Oleh karena itu, Susi meminta semua jajaran KKP untuk bekerjasama dan kerja sama-sama untuk menciptakan perubahan yang didambakan tersebut.

baca juga: Menteri Susi Sebut Pemilik Kapal Hai Fa Lebih Hebat dari Indonesia Hebat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.