Wapres: Lupakan Merger Bank BUMN

Kompas.com - 16/04/2015, 15:51 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla Icha RastikaWakil Presiden Jusuf Kalla
Penulis Icha Rastika
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak setuju dengan usulan merger atau penggabungan bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurut dia, merger bank-bank berplat merah tersebut tidak efisien dan efektif.

"Kalau dirombak-rombak, dibuka lagi, kacau balau nanti dan makan tempo. Itu lebih banyak ongkosnya dari pada operasinya nanti. Kita lupakan saja berpikir begitu," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (16/4/2015).

Ia juga berpendapat bahwa wacana merger itu tidak sesuai dengan kondisi Indonesia yang berpenduduk besar dan berwilayah luas. Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia memerlukan lebih banyak bank pemerintah.

"Ini negara besar, ini Rp 250 juta, pulaunya berapa tidak mungkin dilayani oleh hanya sanya bank pemerintah, jangan disamakan dengan Singapura dan Malaysia," kata dia.

Kalla menilai lebih baik masing-masing bank BUMN yang ada saat ini tetap berjalan dengan fokus bisnisnya masing-masing.

"Katakanlah BRI diutamakannya ke masyarakat umum di bawah tetapi juga bisa untuk korporasi, katakanlah Mandiri harus lebih banyak pada industri atau perdagangan. Kalau BTN kan sudah jelas dia perumahan. Jadi sudah ada masing-masing arahnya," tutur Kalla.

Belakangan ini, muncul wacana di kalangan pemerintah untuk melakukan penggabungan (merger) bank-bank syariah BUMN. Wacana merger bank syariah ini dimunculkan setelah sebelumnya Pemerintah mewacanakan merger Bank Negara Indonesia (BNI) dengan Bank Mandiri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X