Kompas.com - 18/04/2015, 08:00 WIB
Ilustrasi  

KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi
EditorBambang Priyo Jatmiko

Dari dua kejadian ini, biasanya kita akan mendapatkan sebuah kondisi di mana harga saham—dalam bahasa bursa sehari-harinya—dikatakan terkoreksi. Dan inilah indikasi yang sering digunakan sebagai kesempatan membeli.

Namun tentunya, seperti artikel lalu yang saya tuliskan, kita perlu mengetahui bahwa saham yang menguntungkan adalah saham perusahaan yang baik adanya. Karena tentu saja bila ada sebuah berita buruk untuk perusahaan yang buruk, hal ini tidak mengherankan.

Konteks ‘berita buruk’ di sini ibarat barang branded yang sedang diskon, bukan barang yang sudah rusak dan memang harus didiskon. Selain itu, murah itu tidak berarti harga sebuah saham lebih rendah dari harga sebelumnya. Inilah yang menciptakan banyak persepsi salah di antara pelaku pemula dalam pasar modal.

Misalkan seperti ini. Bila sebuah saham dengan harga Rp 1.000, naik menjadi Rp 1.500 dan mengalami penurunan ke Rp 900, maka harga Rp 900 itu memang menjadi terlihat menarik, karena ia lebih murah dari Rp 1.000. Namun dapatkah Anda bayangkan bahwa Rp 800, Rp 700, Rp 600, dan seterusnya juga jauh lebih murah dari Rp 1.000?

Maksud saya di sini adalah, harga saham yang terkoreksi adalah momentum untuk kita dapat memiliki saham yang terdiskon. Namun bila saham itu terdiskon secara terus-menerus, ini bukanlah ciri saham yang menarik untuk dimiliki. Bukankah lebih baik bila murah tapi lebih mahal dari sebelumnya? Wah, apa pula maksudnya?

Misalkan harga saham terendah adalah Rp1.000, dan naik menjadi Rp1.500, turun menjadi Rp1.200, naik menjadi Rp1.700, turun menjadi Rp1.400, dan seterusnya. Apa yang Anda lihat? Naik dan turunnya membentuk sebuah anak tangga yang mendaki, dan inilah menurut saya harga yang murah secara mahal.

Kembali lagi, terlepas dari harga, Anda juga perlu memperhatikan perusahaannya, karena apa? Banyak perusahaan yang tidak bagus dengan performa yang kurang baik, namun sahamnya ramai diperdagangkan. Itulah yang disebut sebagai saham lapis kedua, dan saya menceritakannya dalam buku saya yang berjudul Bandarmology.

Memang tidak salah juga bila dikatakan bahwa saham ada bandarnya, namun bandar seperti apa, inilah yang perlu kita ketahui.

Salam investasi untuk Indonesia!

Ryan Filbert merupakan praktisi dan inspirator investasi Indonesia. Ryan memulai petualangan dalam investasi dan keuangan semenjak usia 18 tahun. Aneka instrumen dan produk investasi dijalani dan dipraktikkan, mulai dari deposito, obligasi, reksadana, saham, options, ETF, CFD, forex, bisnis, hingga properti. Semenjak 2012, Ryan mulai menuliskan perjalanan dan pengetahuan praktisnya. Buku-buku yang telah ditulis antara lain: Investasi Saham ala Swing Trader Dunia, Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana, Negative Investment: Kiat Menghindari Kejahatan dalam Dunia Investasi, dan Hidden Profit from The Stock Market. Ryan juga baru saja menerbitkan dua seri buku baru yang berjudul Bandarmology dan investasi pada properti Rich Investor from Growing Investment. Setiap bulannya, Ryan Filbert sering mengadakan seminar dan kelas edukasi di berbagai kota di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenhub Catat 2,15 Juta Pemudik Keluar dari Jabodetabek, Peningkatan Terbesar ke Arah Merak

Kemenhub Catat 2,15 Juta Pemudik Keluar dari Jabodetabek, Peningkatan Terbesar ke Arah Merak

Whats New
Soal WFA, Perusahaan E-commerce Ini Justru Sudah Menerapkannya Sejak Awal 2022

Soal WFA, Perusahaan E-commerce Ini Justru Sudah Menerapkannya Sejak Awal 2022

Whats New
IHSG Anjlok Pekan Lalu, Bagaimana Dampaknya ke Kinerja Reksa Dana?

IHSG Anjlok Pekan Lalu, Bagaimana Dampaknya ke Kinerja Reksa Dana?

Whats New
Menag Bantah Dana Haji Dimanfaatkan untuk Pembangunan IKN

Menag Bantah Dana Haji Dimanfaatkan untuk Pembangunan IKN

Whats New
Soal Investasi Kripto, Sandiaga Uno: Jangan Tergiur Keuntungan Saja, Bisa Jadi Ambyar

Soal Investasi Kripto, Sandiaga Uno: Jangan Tergiur Keuntungan Saja, Bisa Jadi Ambyar

Whats New
Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan di Tol Mojokerto

Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan di Tol Mojokerto

Whats New
Stafsus Bantah Erick Thohir Kampanye Saat Turun ke Lapangan

Stafsus Bantah Erick Thohir Kampanye Saat Turun ke Lapangan

Whats New
Lion Parcel Ungkap Tantangan Industri Logistik Selama Pandemi Covid-19

Lion Parcel Ungkap Tantangan Industri Logistik Selama Pandemi Covid-19

Whats New
Cara Buka Rekening Mandiri Online lewat HP Tanpa ke Bank

Cara Buka Rekening Mandiri Online lewat HP Tanpa ke Bank

Whats New
Rusia-Ukraina Berperang, BPS: Konflik Merugikan Kita...

Rusia-Ukraina Berperang, BPS: Konflik Merugikan Kita...

Whats New
Wilmar Bantah PT Citra Riau yang Hentikan Pembelian TBS Bagian Perusahaannya

Wilmar Bantah PT Citra Riau yang Hentikan Pembelian TBS Bagian Perusahaannya

Whats New
Siap Adopsi Metaverse, JakLingko Gandeng WIR Group

Siap Adopsi Metaverse, JakLingko Gandeng WIR Group

Rilis
India Larang Ekspor Gandum, Bagaimana Nasib RI?

India Larang Ekspor Gandum, Bagaimana Nasib RI?

Whats New
Rupiah dan IHSG Berakhir Hijau, Saham BBRI, KLBF dan ADMR Laris Diborong Asing

Rupiah dan IHSG Berakhir Hijau, Saham BBRI, KLBF dan ADMR Laris Diborong Asing

Whats New
Luncurkan Program MigorRakyat, Mendag: Ini Bentuk Kepedulian Pengusaha untuk Rakyat

Luncurkan Program MigorRakyat, Mendag: Ini Bentuk Kepedulian Pengusaha untuk Rakyat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.