Jokowi Yakin Indonesia Bisa Hadapi Krisis Ekonomi

Kompas.com - 20/04/2015, 20:45 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberi pengarahan di rapat pimpinan TNI/Polri di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Selasa (3/3/2015). Kompas.com/SABRINA ASRILPresiden Joko Widodo saat memberi pengarahan di rapat pimpinan TNI/Polri di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Selasa (3/3/2015).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyinggung soal krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia saat membuka pertemuan ke-24 World Economic Forum on East Asia (WEF-EA) di Jakarta, Senin (20/4/015). Menurut Jokowi, di saat banyak pihak yang mempertanyakan kemampuan Indonesia menghadapi krisis, dia yakin Indonesia akan bertahan karena telah ditempa oleh banyak pengalaman sebelumnya.

"Indonesia akan berubah karena masyarakat bercerita kepada saya bahwa negara kita harus berubah. Dengan transisi global yang ada, tujuan kita jelas dan kita harus bangun masyarakat kita," kata dia.

Jokowi menyebutkan, Indonesia pernah mengalami surplus ekspor kelapa sawit pada tahun 1970-an. Ketika itu, harga minyak kelapa sawit (CPO) tengah melambung tinggi.

Indonesia, lanjut Jokowi, juga berhasil masuk sebagai perwakilan negara Asia di OPEC. Namun, pada tahun 1990-an, harga CPO turun drastis. Ekspor Migas Indonesia pun turun 80 persen. Jokowi mengungkapkan, kemudian Indonesia dipaksa melakukan devaluasi mata uang yang membuat negeri ini terpuruk dalam krisis. Meski demikian, Indonesia banyak belajar dari krisis yang terjadi dan mulai mengembangkan diri sebagai negara industri dari yang sebelumnya pengekspor bahan mentah.

Indonesia, kata Jokowi, mulai menggerakkan sektor industri tekstik, mebel, hingga industri kimia hingga pada tahujn 1995 ekspor migas hanya sebesar 35 persen. Ketika krisis moneter tahun 1997 ada yang mempertanyakan daya tahan Indonesia.

"Semua orang bertanya apakah Indonesia bisa bertahan? Hari ini hampir 20 tahun kemudian kita negara demokrasi yang sangat luar biasa," kata Jokowi.

"Saat ini kita berada di situasi yang sama, harga komoditas hancur dan mata uang juga hancur. Banyak sekali hal yang menyakitkan tapi saya katakan kami sudah menghadapi sebelumnya dan kami bisa hadapi sekali lagi," lanjut Jokowi.

Jokowi juga membanggakan Indonesia masuk dalam lima negara terbesar di Asia dan menjadi pemain kunci dalam organsasi internasional seperti G20. Pidato Jokowi ini disampaikan di hadapan para pelaku bisnis, politisi, akademisi, dan pemimpin masyarakat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X