Menko Perekonomian: World Economic Forum Kurang Dikomunikasikan

Kompas.com - 21/04/2015, 11:42 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil, Jakarta, Jumat (13/3/2015). KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIMenteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil, Jakarta, Jumat (13/3/2015).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah sangat bersemangat sebagai tuan rumah World Economic Forum on East Asia 2015 ini. Pasalnya, menurut Sofyan, forum ini menjadi ajang murah mempromosikan Indonesia.

“Forum seperti ini penting karena selama ini kita dianggap kinerjanya bagus, tapi komunikasinya enggak bagus. India sebaliknya komunikasinya sangat bagus, walaupun misalnya implementasinya tidak sehebat publikasinya. Jadi kita ini kekurangan PR (public relation). Program seperti inilah PR ke publik yang paling murah,” kata dia ditemui di sela-sela forum, Jakarta, Selasa (21/4/2015).

Sofyan mengatakan, pemerintah hanya menyediakan jamuan makan malam. Untuk selebihnya peserta yang berjumlah tak kurang dari 800 orang dari berbagai belahan dunia, membayar sendiri.

“Kita hanya menyediakan makan malam sekali itu saja. Yang lain mereka bayar sendiri. Sama seperti kalau kita pergi ke Davos (WEF sebelumnya),” tegas Sofyan.

Lebih lanjut dia memastikan, pemerintah sangat bersemangat untuk memperkenalkan Indonesia kepada 800 peserta forum. “Yang jelas kan semua pihak melakukan diskusi. Presiden pidato, saya juga menjelaskan, semua menteri tampil menjelaskan kebijakannya. Mereka optimistis, sekarang ini pilihan yang ada di kawasan ini kan Indonesia dan India,” pungkas Sofyan.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X