PGN Kembali Diusulkan Dicaplok Pertamina

Kompas.com - 22/04/2015, 19:08 WIB
Jaringan pipa gas. Perusahaan Gas Negara (PGN)Jaringan pipa gas.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Dito Ganinduto mengusulkan agar 57 persen saham pemerintah yang ada di PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk diserahkan ke PT Pertamina (Persero).

Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu pemikiran untuk mengatasi permasalahan gas di Indonesia.

“Pertamina punya Pertagas, dan di sektor gas kita ada juga PT PGN (Persero). Di PGN, 57 persen saham dimiliki pemerintah. Kami usulkan saham 57 persen ini diserahkan ke Pertamina sebagai penyertaan modal negara,” kata Dito di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (22/4/2015).

Kapitalisasi pasar PGN saat ini sekitar Rp 116 triliun, artinya dibutuhkan anggaran sebesar Rp 66 triliun untuk akuisisi. Namun untuk mencaplok PGN ini, Pertamina tidak perlu membayar ke pemerintah.

Swap aja dengan piutang pemerintah di Pertamina, kan ada Rp 30 triliun, plus subsidi Rp 41 triliun. Di-swap itu saja, dan tiap tahun kan ada dividen Rp 3 triliun atau berapa. Pemikiran ini adalah terobosan sehingga Pertamina punya gas dari Aceh sampai Papua, dan transmisi yang cukup luas. Sehingga pemerintah bisa menugasi Pertamina melakukan gas kota, sehingga orang tidak perlu pakai LPG,” jelas Dito.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X