Satu Keinginan Jonan yang Belum Kesampaian...

Kompas.com - 23/04/2015, 06:17 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Perhubungan Ignasius Jonan, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memiliki satu keinginan yang belum juga kesampaian hingga saat ini. Dia mengaku ingin sekali merasakan tidur di kapal laut.

"Saya itu yang belum keturutan tidur di kapal laut penumpang. Lainnya sudah," ujar Jonan di Jakarta, Rabu (22/4/2015).

Mantan Dirut KAI itu mengaku sudah menyampaikan keinginannya untuk merasakan naik kapal dan sekaligus bisa tidur di dalamnya. Namun, kata dia, ada saja alasan yang diberikan oleh Direktur Utama Pelni Sulistyo Wimbo Hardjito.

"Itu dia, (Kemarin) sudah ke Cilamaya tapi tidak naik kapal. Saya sudah bilang ke Pelni ingin naik kapal sekali-kali... Dirutnya bilang, 'Nanti deh kapalnya saya perbaiki dulu'," kata Jonan.

Sebelumnya, pada Agustus tahun lalu, foto Jonan tertidur di bangku gerbong kelas ekonomi bikin heboh netizen. Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagyo, adalah orang yang mengambil foto tersebut.

Agus mengungkapkan, foto tersebut diambil pada akhir Juli 2014 sekitar pukul 19.00 malam dalam perjalanan dari Stasiun Malang ke Surabaya. Saat itu, dia juga tengah melakukan pemantauan atas layanan kereta selama Lebaran.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X