Kompas.com - 23/04/2015, 15:54 WIB
EditorLatief
BATUBARA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Daerah Sumatera Utara (Sumut) terkait pertanian dan rehabilitasi saluran irigasi. Irigasi yang sedang dikerjakan berjumlah 157 ribu hektare di Sumut.

"Untuk Indonesia sementara ini 1,5 juta hektare," ujar Amran dalam kunjungannya di Desa Simodong, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Rabu (22/4/2015).

Kehadiran Mentan dan rombongan ke Sumut dalam rangka kunjungan kerja meninjau lokasi irigasi dan penanaman padi Indeks Pertanian 200 (IP 200). Rehabilitasi saluran irigasi ini dimaksudkan guna mendorong tingkat kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

Mentan menyatakan, irigasi yang baik akan menjamin hasil produksi padi yang berkualitas. Dengan demikian, tingkat kesejahteraan petani akan membaik.

"Ada harapan ke depan, yang biasa menanam satu kali menjadi dua kali, ini sangat membantu mewujudkan swasembada pangan. Saya juga berharap pemerintah daerah mendukung impian Indonesia untuk swasembada beras," kata Amran.

Saat melakukan peninjauan, Mentan mendapati bendungan Tanah Merah di Kabupaten Batubara dalam keadaan rusak selama 15 tahun. Saat itu juga, Mentan langsung melakukan kesepakatan dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum untuk segera memperbaikinya dalam dua bulan ini.

Dengan kondisi rusaknya bendungan selama 15 tahun itu, lanjut dia, menghilangkan peluang kurang lebih satu kali tanam atau 15 ribu ton per tahun.

"Itu kalau dikali empat nilainya Rp 60 miliar. Kalau ini rusaknya 10 tahun, kita kehilangan Rp600 miliar. Ini kehilangan luar biasa dan alhamdulillah PU sudah bersedia memperbaikinya dalam waktu dekat dengan anggaran dari kita," jelas Mentan.

Untuk merealisasikan hal itu, Kementerian Pertanian akan membantu rehabilitasi sejumlah saluran irigasi primer yang tersebar di sejumlah kabupaten di Sumut.

"Rehabilitasi irigasi untuk Sumut lebih besar dibanding Lampung," kata Mentan

Pada saat itu juga Menteri juga memberikan bantuan kepada kelompok tani setempat. Bantuan yang diberikan berupa handtractor yang diberikan kepada 4 kelompok tani, benih diberikan kepada 5 kelompok tani, pompa air kepada 11 kelompok tani.

Mentan mengatakan akan melakukan pengawasan secara langsung ke Sumut untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan peruntukkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tukar Uang Baru 2022 Bisa Rp 200.000 per Paket, Maksimal Rp 1 Juta

Tukar Uang Baru 2022 Bisa Rp 200.000 per Paket, Maksimal Rp 1 Juta

Spend Smart
HIMKI Targetkan Raih Transaksi Rp 150 Juta Dollar AS Lewat Pameran IFEX

HIMKI Targetkan Raih Transaksi Rp 150 Juta Dollar AS Lewat Pameran IFEX

Whats New
Rupa-rupa uang yang Digunakan di Era Majapahit

Rupa-rupa uang yang Digunakan di Era Majapahit

Whats New
Lotus Archi Luncurkan Emas Edisi HUT ke-77 RI

Lotus Archi Luncurkan Emas Edisi HUT ke-77 RI

Rilis
Sandiaga Uno Minta Pelaku Ekraf Gencarkan Penyelenggaraan 'Event' untuk Dorong Ekonomi

Sandiaga Uno Minta Pelaku Ekraf Gencarkan Penyelenggaraan "Event" untuk Dorong Ekonomi

Whats New
Festival Rupiah FERBI 2022 Digelar di GBK, Warga Bisa Tukar Uang Baru dan Beli Uang Bersambung

Festival Rupiah FERBI 2022 Digelar di GBK, Warga Bisa Tukar Uang Baru dan Beli Uang Bersambung

Whats New
PGN Fokus Tingkatkan Utilisasi Gas Bumi dan Jaga Ketahanan Energi

PGN Fokus Tingkatkan Utilisasi Gas Bumi dan Jaga Ketahanan Energi

Whats New
Saksiskan Penandatangan PKB BTN, Menaker: Utamakan 'Win-win Solution'

Saksiskan Penandatangan PKB BTN, Menaker: Utamakan "Win-win Solution"

Rilis
Ingin Berkunjung ke Pameran Mebel dan Kerajinan IFEX 2022, Ini Cara Daftarnya

Ingin Berkunjung ke Pameran Mebel dan Kerajinan IFEX 2022, Ini Cara Daftarnya

Whats New
Digugat Rp 11 Triliun, Blue Bird Bantah Elliana Wibowo sebagai Pemegang Saham dan Pendiri Perusahaan

Digugat Rp 11 Triliun, Blue Bird Bantah Elliana Wibowo sebagai Pemegang Saham dan Pendiri Perusahaan

Whats New
Papua Ekspor 2.533 Kg Ikan Tuna ke Jepang

Papua Ekspor 2.533 Kg Ikan Tuna ke Jepang

Rilis
Dibuka Menguat, IHSG Parkir di Zona Hijau

Dibuka Menguat, IHSG Parkir di Zona Hijau

Whats New
Simak Tips Belanja 'Online' Anti Kalap ala 'Influencer', Baca 'Review' hingga Pilih Rating Bintang 4,5 ke Atas

Simak Tips Belanja "Online" Anti Kalap ala "Influencer", Baca "Review" hingga Pilih Rating Bintang 4,5 ke Atas

Spend Smart
Kisah Pedagang Pasar 'Nekat' Jualan Sayur 'Online', Sisca: Dulu Orderan Sebulan hanya 3, Kini Omzet Rp 3 Juta Per Hari

Kisah Pedagang Pasar "Nekat" Jualan Sayur "Online", Sisca: Dulu Orderan Sebulan hanya 3, Kini Omzet Rp 3 Juta Per Hari

Work Smart
Hingga Agustus 2022, Ditemukan 7 Sumur Cadangan Migas Baru

Hingga Agustus 2022, Ditemukan 7 Sumur Cadangan Migas Baru

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.