Anggota Kadin Diminta Jadikan "Brand" Indonesia Mendunia

Kompas.com - 23/04/2015, 20:35 WIB
Presiden Joko Widodo bersama para pimpinan negara lainnya berfoto bersama dalam pembukaan Asian African Summit yang merupakan rangkaian Konferensi Asia Afrika di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (22/4/2015). Sebanyak 106 negara yang berpartisipasi akan menghadiri rangkaian Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika di Jakarta dan Bandung yang digelar hingga 24 April. TRIBUNNEWS / DANY PERMANAPresiden Joko Widodo bersama para pimpinan negara lainnya berfoto bersama dalam pembukaan Asian African Summit yang merupakan rangkaian Konferensi Asia Afrika di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (22/4/2015). Sebanyak 106 negara yang berpartisipasi akan menghadiri rangkaian Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika di Jakarta dan Bandung yang digelar hingga 24 April.
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com
- Perekonomian Indonesia ke depan akan semakin mendunia jika para pebisnis dan dunia usaha yang tergabung dalam Kadin Indonesia yang selama ini sudah berorientasi ekspor konsisten membawa brand Indonesia ke mancanegara.

Ketua Komite Tetap Hubungan Kerjasama Lembaga Internasional Kadin Indonesia, Maxi Gunawan, mengungkapkan hal itu dalam keterang tertulisnya, Kamis (23/4/2015), menanggapi pidato Presiden Joko Widodo saat membuka peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA).

Saat membuka event tersebut, Rabu (22/4/2015), Joko Widodo mengatakan, dunia saat ini membutuhkan kepemimpinan global yang kolektif, yang dijalankan secara adil dan bertanggung jawab.

Menurut Jokowi, Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru yang bangkit, siap memainkan peran global sebagai kekuatan positif bagi perdamaian dan kesejahteraan.

“Indonesia siap bekerja sama dengan semua pihak untuk wujudkan cita-cita mulia itu,” katanya.

Maxi Gunawan menilai, apa yang diungkapkan Presiden Jokowi merupakan sinyal bagi para pebisnis di negeri ini untuk menjalin kerja sama dengan mitra bisnis dari negara mana pun, terutama yang berada di kawasan Asia-Afrika, sehingga produk brand Indonesia bisa mengglobal.

Apa yang diharapkan Presiden, demikian Maxi, akan menjadi kenyataan jika para pebisnis mampu menjual produk unggulan Indonesia.

“Kita harus bisa membawa brand Indonesia. Jangan menjual barang yang bukan murni buatan Indonesia,” ujarnya.

Maxi Gunawan memberikan contoh banyak produk brand Indonesia yang selama ini terbukti telah diakui dunia, seperti tekstil/pakaian jadi, furniture, produk pangan dan produk kreatif lainnya.

“Kadin Indonesia dan para pelaku usaha selayaknya mendukung apa yang diharapkan Presiden,” ujar Maxi.

Dia yakin jika para pelaku usaha di sini kompak, maka para pebisnis Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata untuk ekonomi Indonesia, sehingga bisa membangun  tatanan ekonomi baru yang terbuka bagi kekuatan-kekuatan ekonomi baru.

Sebelum berkiprah maksimal di kawasan Asia-Afrika, kata Maxi Gunawan, Kadin Indonesia bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki agar bisa memberikan kontribusi ekonomi di kawasan ASEAN.

“Peran kita di kawasan ini juga harus diperkuat,” katanya

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Janji Akan Copot Komisaris BUMN yang Jarang Hadir Rapat

Erick Thohir Janji Akan Copot Komisaris BUMN yang Jarang Hadir Rapat

Whats New
Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Whats New
Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Whats New
5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

Smartpreneur
Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Rilis
[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

Whats New
Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Whats New
Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Whats New
Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Whats New
Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Whats New
Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Whats New
Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Whats New
Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Whats New
Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Work Smart
Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X