Kompas.com - 27/04/2015, 08:27 WIB
Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014). AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKAPengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana PT Pertamina (Persero) membubarkan anak usahanya yakni Pertamina Energy Trading Limited (Petral), diyakini banyak pihak sebagai upaya bersih-bersih. Selama ini Petral dianggap dan identik sebagai sarang mafia migas.

Namun, wacana pembubaran Petral yang hampir berbarengan dengan peluncuran produk baru Pertamina yakni Pertalite – bahan bakar minyak (BBM) dengan kandungan oktan 90 – menimbulkan analisis berbeda.

“Sesungguhnya kami melihat adanya paket kebijakan menghapus RON 88 (Premium) dengan penghapusan Petral bertujuan untuk menghapus BBM Premium, supaya Pertalite bisa masuk pasar. Inilah tujuan penutupan Petral,” ujar Ferdinand Hutahaean, Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Senin (27/4/2015).

Ferdinand menyampaikan, kebijakan Pertamina untuk menutup Petral tidak akan mempengaruhi impor BBM. Impor BBM diperkirakan akan tetap tinggi, dan bahkan diprediksi akan meningkat sesuai kebutuhan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi.

“Kenapa demikian, karena arah bisnis Pertamina akan mengurangi produksi kilang minyaknya dan memperbesar suplai BBM melalui impor,” ucap Ferdinand.

Lebih lanjut dia mengatakan, pernyataan dari pemerintah maupun parlemen yang memberikan arahan kepada Pertamina untuk tetap menyediakan Premium hanyalah sebatas pernyataan untuk menghibur rakyat.

“Dengan penutupan Petral, Pertamina akan berdalih kesulitan memenuhi kebutuhan Premium (RON 88) dan menggantinya dengan RON 90,” kata Ferdinand.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

baca juga: Bubarkan Petral, Menteri BUMN Bakal Lapor Dulu ke Jokowi

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.